Risalah
Ketika Adzan, Lebih Baik Pakai Cara Tarassul
Mengapa demikian? Salah satu faktornya berasal dari seorang yang mengumandangkan adzan itu sendiri.
TRIBUNKALTIM.CO - SUARA adzan bisa menggetarkan hati siapa saja yang mendengarnya.
Adzan ada sebagai pengingat bahwa waktunya untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Subhaanahu wa Ta'ala.
Suara lantang dari seorang muadzin, dapat terdengar ke seluruh penjuru negeri ini. Lantunannya yang begitu syahdu membuat hati terasa tenang dan damai.
Tapi sayang, pada kenyataannya, perasaan-perasaan tersebut tidak semua orang merasakannya. Mungkin, hanya segelintir orang saja yang terketuk hatinya ketika mendengar suara adzan.
Mengapa demikian? Salah satu faktornya berasal dari seorang yang mengumandangkan adzan itu sendiri.
Seorang muadzin tidak bisa sembarangan. Orang-orang yang berkriteria khusus sangat dianjurkan untuk menjadi muadzin. Apa saja kriteria itu?
Seorang mudzin disunnahkan orang yang jujur, suaranya keras, mengetahui waktu-waktu shalat, mengumandangkan adzan di tempat tinggi seperti menara, memasukkan kedua tangannya ke kedua telinganya, menoleh ke kanan dan ke kiri ketika mengatakan, “Hayya alash shalaah, hayya alal falah,” dan tidak mengambil upah dari adzannya kecuali dari kas negara atau dana wakaf.
(Baca juga: Warga Perbatasan Terdaftar Pemilih Pemilu di Malaysia)
Selain itu, jika seorang muadzin ingin menghasilkan suara yang indah saat mengumandangkan adzan, maka ikutilah apa yang disunnahkan oleh Rasul. Yakni, tarassul. Apakah itu?
Tarassul yaitu pelan-pelan dalam arti membuat jarak antara satu kalimat adzan dengan kalimat berikutnya ketika adzan. Dan Al-hadru yaitu cepat dalam arti tidak membuat jarak di antara kalimat-kalimat iqamah.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Bilal, “Jika engkau adzan maka pelan-pelanlah, dan jika engkau iqamah pada cepatlah,” (Diriwayatkan Abu Asy-Syaikh dari Abu Hurairah dengan sanad yang baik).
Maka, alangkah lebih baik, bagi seorang muadzin ketika mengumandangkan adzan untuk tarassul.
Sebab, dengan tarassul, seseorang akan lebih meresapi setiap kalimat dalam teks adzan. Sehingga, getaran kumandang adzan akan terasa sampai ke hati. Wallahu ‘alam. [Islampos.com]
Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi/Penerbit: Darul Falah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-adzan_20150526_230219.jpg)