Siasati Minimnya Tender Proyek, Kontraktor Lirik Bisnis Tanam Singkong
Ini dikarenakan biaya operasional yang besar. Apalagi jika jangkauan lokasi proyek cukup jauh dari kantor induk perusahaan.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di tengah krisis ekonomi dan sepinya proyek pembangunan pemerintah di Kaltim, termasuk Balikpapan tak membuat beberapa pengusaha yang bergerak di jasa konstruksi kehilangan akal.
Kontraktor yang tergabung dalam Gapensi Kota Balikpapan pun berusaha mencari proyek di luar daerah melalui tender online.
Ketua BPC Gapensi Kota Balikpapan Buchary As mengaku terus berusaha mendapat tender proyek di luar Kaltim, bahkan luar Kalimantan sekalipun.
"Saat ini ada sistem tender pengadaan proyek secara online. Jadi kami tak hanya mengandalkan proyek di Kaltim atau Balikpapan saja," ungkapnya.
Baca: Penghematan, Ekspor Bisa Langsung dari Balikpapan
Namun sistem tender lebih bisa dimanfaatkan kalangan pengusaha segmen besar seperti pengusaha yang biasa main proyek pemerintahan atau BUMN. Sementara mereka yang merupakan pengusaha dengan segmen kecil dianggap tak mampu.
Ini dikarenakan biaya operasional yang besar. Apalagi jika jangkauan lokasi proyek cukup jauh dari kantor induk perusahaan.
"Cukup dengan membuka website yang tersedia di masing-masing daerah, katalog pengumuman lelang bisa diperoleh. Selain kendala biaya operasional, persaingan melalui proses tender online ini juga cukup ketat. Apalagi kita tak mengetahui siapa saja pesaing yang mengajukan diri," jelas Buchary.
Sementara, Makkalau, Ketua Gapeksindo Balikpapan kini juga mulai fokus menjalankan kegiatan usaha di luar bidang konstruksi. Antara lain pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang melibatkan beberapa pelaku UKM di Balikpapan.
Di sini, Makkalau bersama rekannnya membantu pembinaan. Adapun komoditas UKM yang dilirik bisnis menanam singkong. Menurutnya, komoditas singkong merupakan potensi besar di Kalimantan.
Baca: Tahun Ini Tak Ada Proyek, Ratusan Kontraktor Bisa Tertidur
"Di Kaltim khususnya Balikpapan, tanaman singkong cukup mudah. Apalagi tanaman singkong cocok dengan iklim di Balikpapan. Ini jadi potensi yang bagus, bisa dikirim dalam bentuk mentah ke daerah lain atau diolah terlebih dulu," katanya.
Makkalau mengaku tak sendirian dalam pengembangan komoditas singkong. Dia turut dibantu perusahaan besar nasional ternama, yang berpengalaman dalam memproduksi makanan, minuman, hingga kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, pengusaha tak melulu fokus pada satu usaha saja, di tengah kondisi yang masih belum jelas, pengusaha dituntut berinovasi dan menciptakan lapangan kerja. (*)
***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pelaku-ukm_20160825_105821.jpg)