Milisi Abu Sayyaf
Kondisi Darurat Perang Melawan Teroris, Filipina Diharapkan Tidak Meminta Bantuan Amerika Serikat
Selain itu ia juga tidak setuju dengan kabar yang beredar yang menyatakan Filipina akan meminta bantuan dari sekutu asing.
TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Mantan senator dan kelautan umum Filipina, Rodolfo Biazon menyatakan tidak setuju dengan ide pemberlakuan status darurat di beberapa daerah yang terkena imbas kelompok Abu Sayyaf.
Selain itu ia juga tidak setuju dengan kabar yang beredar yang menyatakan Filipina akan meminta bantuan dari sekutu asing dalam memberantas masalah terorisme lokal.
Dalam sebuah wawancara, Biazon menyatakan jika usulan untuk menyatakan keadaan darurat di Provinsi Sulu dan Basilan di Mindanao Selatan merupakan hal yang problematik.
"Pertanyaanya adalah, apa jenis kondisi darurat yang harus dideklarasikan? Jika Anda menyatakan keadaan darurat dan menempatkan kontrol tempat, kontrol pusat atas pemerintah daerah, mungkin akan menimbulkan reaksi," ujarnya dikutip tribunkaltim.co melalui laman abs-cbn, Jumat (2/9/2016).
Baca: Inilah Saat yang Tepat untuk Menghancurkan Abu Sayyaf
Biazon yang mengiyakan kemungkinan bahwa Kelompok Abu Sayyaf memiliki sekitar 400 hingga 500 anggota militer mengungkapkan jika jumlah tersebut akan berfluktuasi karena praktik di medan perang "pintaksi," dimana kelompok-kelompok bersenjata radikal lainnya akan bergabung dengan ASG dalam pertempuran.
Ia menekankan ini seperti tragedi yang pernah terjadi di Mamasapano, mengakibatkan kematian 44 orang polisi dari Kepolisian Nasional Pasukan Aksi Khusus Filipina.
"Ini harus ditangani secara psikologis terutama oleh pihak pemerintah. Saya kira bagian utama dari pengaruh paling efektif berada di bagian unit pemerintah daerah, polisi setempat dan penduduk lokal," katanya.
Biazon mengatakan, Filipina harus memilih untuk tidak meminta bantuan Amerika Serikat atau negara sekutu lainnya untuk memadamkan masalah terorisme lokal.
Karena menurutnya hal tersebut akan membuat timbulnya antipati dari beberapa pemangku kepentingan di negeri ini.
Jika terdapat kontribusi negara lain misalkan Amerika Serikat untuk menyelesaikan permasalahan lokal ini diyakini akan memunculkan kebencian dari beberapa sektor lainnya terutama mereka yang nasionalistik dalam sentimen.
Baca: Tentara yang Gugur Melawan Abu Sayyaf Dimakamkan Secara Militer
Dalam pernyataannya Biazon tidak sepenuhnya menolak untuk saling bekerja sama dengan negara sekutu.
Ia menambahkan, Filipina masih bisa memanfaatkan sekutunya untuk saling bertukar informasi dengan intelijen negara mengenai pengaruh global dari kelompok teror seperti ASG ini.
Di sisi lain, dengan semakin gencarnya operasi militer yang dilancarkan oleh pemerintah Filipina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/abu-sayyaf_20160410_100646.jpg)