Milisi Abu Sayyaf

Kondisi Darurat Perang Melawan Teroris, Filipina Diharapkan Tidak Meminta Bantuan Amerika Serikat

Selain itu ia juga tidak setuju dengan kabar yang beredar yang menyatakan Filipina akan meminta bantuan dari sekutu asing.

Kondisi Darurat Perang Melawan Teroris, Filipina Diharapkan Tidak Meminta Bantuan Amerika Serikat
aljazeera/AP
Milisi Abu Sayyaf. Militer FIlipina bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf, Sabtu (9/4/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Mantan senator dan kelautan umum Filipina, Rodolfo Biazon menyatakan tidak setuju dengan ide pemberlakuan status darurat di beberapa daerah yang terkena imbas kelompok Abu Sayyaf.

Selain itu ia juga tidak setuju dengan kabar yang beredar yang menyatakan Filipina akan meminta bantuan dari sekutu asing dalam memberantas masalah terorisme lokal.

Dalam sebuah wawancara, Biazon menyatakan jika usulan untuk menyatakan keadaan darurat di Provinsi Sulu dan Basilan di Mindanao Selatan merupakan hal yang problematik.

"Pertanyaanya adalah, apa jenis kondisi darurat yang harus dideklarasikan? Jika Anda menyatakan keadaan darurat dan menempatkan kontrol tempat, kontrol pusat atas pemerintah daerah, mungkin akan menimbulkan reaksi," ujarnya dikutip tribunkaltim.co melalui laman abs-cbn, Jumat (2/9/2016).

Baca: Inilah Saat yang Tepat untuk Menghancurkan Abu Sayyaf

Biazon yang mengiyakan kemungkinan bahwa Kelompok Abu Sayyaf memiliki sekitar 400 hingga 500 anggota militer mengungkapkan jika jumlah tersebut akan berfluktuasi karena praktik di medan perang "pintaksi," dimana kelompok-kelompok bersenjata radikal lainnya akan bergabung dengan ASG dalam pertempuran.

Ia menekankan ini seperti tragedi yang pernah terjadi di Mamasapano, mengakibatkan kematian 44 orang polisi dari Kepolisian Nasional Pasukan Aksi Khusus Filipina.

"Ini harus ditangani secara psikologis terutama oleh pihak pemerintah. Saya kira bagian utama dari pengaruh paling efektif berada di bagian unit pemerintah daerah, polisi setempat dan penduduk lokal," katanya.

Biazon mengatakan, Filipina harus memilih untuk tidak meminta bantuan Amerika Serikat atau negara sekutu lainnya untuk memadamkan masalah terorisme lokal.

Karena menurutnya hal tersebut akan membuat timbulnya antipati dari beberapa pemangku kepentingan di negeri ini.

Halaman
12
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved