Milisi Abu Sayyaf
Kelompok Abu Sayyaf Diduga Kembali Sandera Tiga Warga Negara Malaysia
Pelaku penyanderaan kemudian diketahui melaju ke arah Alice Reef dan Pulau Bulubulu, Tawi-Tawi, Filipina.
TRIBUNKALTIM.CO, ZAMBOANGA - Sebanyak tiga warga negara Malaysia menjadi korban penculikan di kawasan perairan yang merupakan daerah kekuasaan militan Abu Sayyaf.
Pihak berwenang tidak langsung mengaitkan penyanderaan ini dilakukan oleh Kelompok Abu Sayyaf, tetapi wakil Perdana Menteri Malaysia, Zahid Hamidi mengungkapkan, kelompok penyandera meminta uang tebusan.
Dilansir melalui media FIlipina, Sunstar, Selasa (13/9/2016), pasukan Khusus Filipina di Tawi-Tawi dan Angkatan Laut Mindanao Barat (NFWM) telah meluncurkan operasi intelijen intensif untuk mencari keberadaan tiga nelayan Malaysia ini.
Baca: Pertempuran Sengit di Sulu, Jumlah Tewas di Kubu Abu Sayyaf Bertambah
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Komando Mindanao Barat (Westmincom) menyatakan korban yakni seorang kapten dan dua anak buah kapal diculik oleh tujuh orang bersenjata menggunakan speedboat.
Pelaku penyanderaan kemudian diketahui melaju ke arah Alice Reef dan Pulau Bulubulu, Tawi-Tawi, Filipina.
Speedboat pelaku diidentifikasi memiliki dua mesin bertenaga 75 kuda, dan dicat berwarna hijau dan putih dengan garis merah.
Menurut laporan dari Komando Keamanan Timur Sabah (Esscom) menyatakan insiden penculikan ini diyakini terjadi di Pulau Pom Pom, bagian timur Sabah, pada pukul 11 malam waktu setempat, Sabtu (10/9/2016).
Baca: Saking Geramnya, Duterte akan Mencincang dan Memakan Tubuh Kelompok Abu Sayyaf jika Tertangkap
Kapal nelayan milik Malaysia tersebut terdiri dari tujuh awak yang sedang menjaring ikan di dekat Pulau Pom Pom.
Sementara itu empat ABK lainnya yang selamat dari penyanderaan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Mayor Filemon Tan, juru bicara Westmincom, mengungkapkan, pasukan khusus Tawi-Tawi dan NFWM telah mengonfirmasi laporan ini bahwa pelaku melesat menuju provinsi Tawi-Tawi.
Selain itu Tan mengatakan, pasukannya telah mencari titik koordinasi sebagai upaya untuk terus mencari keberadaan tiga nelayan Malaysia. (*)
*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rodrigo-duterte_20160908_104227.jpg)