Naiknya Harga Batu Bara Dikhawatirkan Picu Lonjakan Produksi
Beberapa perusahaan tambang, diakui Alex, berencana memulai kembali penambangannya.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Harga batu bara terus merangkak ke arah menggembirakan.
Diketahui, rata-rata Harga Batu bara Acuan (HBA) September mencapai USD 63,93 per metrik ton.
"Dari New Castle Global Coal Index, harga batu bara premium sudah lebih tinggi dari harga minyak per barelnya," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, Alexander Soemarno, Rabu (28/9/2016).
Alex, sapaan akrabnya, khawatir peningkatan harga batubara memicu peningkatan produksi, atau bergairahnya kembali bisnis batubara di Bumi Etam (sebutan Kaltim).
Jika demikian, kata Alex, produksi yang kembali meningkat membuat komoditi emas hitam Kaltim akan membanjiri lagi pasar global.
(Baca juga: Mau Ikut Gabung di Serunya Pop Up Market? Ini Syaratnya)
"Khawatirnya kita genjot produksi, malah membuat harga turun lagi. Kan hukum ekonomi begitu. Semakin banyak suply, maka harga semakin turun," kata Alex.
Beberapa perusahaan tambang, diakui Alex, berencana memulai kembali penambangannya.
"Saya ada pantau beberapa tambang besar ada yang mau start over," tutur Alex. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tambang-batubara_20160111_145927.jpg)