Waspadai Komunis Modern, Bakesbangpol Putar Film Pengkhianatan G 30 S PKI
Pemutaran film ini, kata dia, untuk mengingatkan jika sejarah ini pernah ada di Republik Indonesia.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan mengajak warga Kabupaten Nunukan untuk menyaksikan film Pengkhiantan G 30 S/PKI, pada Jumat (30/9/2016).
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan, Muhammad Firnanda, mengatakan, pemutaran film yang disutradarai Arifin C Noer itu dilaksanakan di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan, Jalan Kompleks Rusunawa, Kecamatan Nunukan Selatan.
“Pemutaran film akan dimulai pukul 08.00 Wita. Untuk masyarakat yang berminat bisa langsung datang ke Kantor Badan Kesbangpol,” ujarnya, Kamis (29/9/2016).
Mengutip wikipedia, film Pengkhiantan G 30 S PKI yang dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa menggambarkan peristiwa kudeta yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia.
Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
(Baca juga: Ayah Saksi Korban Mengaku Diancam Ketua PGRI)
Dalam masa kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara.
Mayjen Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme.
Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru.
Film ini menggambarkan gerakan G 30 S/PKI sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan setiap langkah dengan terperinci, menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal.
Firnanda memastikan, film yang akan diputar ini sama dengan film yang selama puluhan tahun Orde Baru berkuasa, setiap tahunnya diputar dilayar televisi pemerintah.
Pemutaran film ini, kata dia, untuk mengingatkan jika sejarah ini pernah ada di Republik Indonesia.
“Terlepas dalam film ini masih ada kontroversi,” ujarnya.
Nantinya, sebelum pemutaran film yang berdurasi sekitar tiga jam itu, akan disampaikan pengantar film.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/spanduk-kesbang_20160929_180855.jpg)