Jumat, 17 April 2026

Tunanetra Ini 'Bertaruh Nyawa' Menyeberang Jalan Jual Keripik Demi Nafkahi Keluarga

Perjalanannya untuk mencari nafkah ini tentunya bukan hal yang mudah bagi tunanetra sepertinya.

Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ALIDONA
Joko Sutopo (34), seorang tunanetra di kota Balikpapan, Kalimantan Timur sedang menjajakan keripik singkong dan keripik pisang kepada warga, Jumat (7/10/2016). 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Alidona

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Meski memiliki keterbatasan karena tidak mampu melihat, Joko Sutopo (34) tetap bekerja dan berusaha mengais rezeki.

Dengan membawa dagangannya berupa keripik singkong dan keripik pisang dalam tiga keranjang plastik, Joko berjalan kaki menempuh berkilo–kilo meter menyusuri Jl Ruhui Rahayu,  Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ia berjalan menyusuri gang-gang di perumahan RSS Damai, perum PGRI hingga perum Villa Damai.

Perjalanannya untuk mencari nafkah ini tentunya bukan hal yang mudah bagi tunanetra sepertinya.

Lihat: VIDEO – Inilah Curhatan Puluhan Penyandang Tunanetra

Jalur yang biasa ia lewati juga bukanlah jalur yang mudah.

Kondisi jalan yang rusak, menanjak, bahkan turunan tajam dan berbelok-belok serta harus menyeberang jalan raya merupakan tantangan yang harus ia taklukkan demi menuju tempat mencari nafkah.

Beruntung, selalu ada orang yang bersimpati dan berbaik hati menolong untuk menyeberang jalan sehingga Joko dapat melaluinya dengan mudah.

“Saya jualan ini sudah dua tahun lebih. Dulu jualan peyek, tapi sekarang sudah tidak buat, jadi tinggal keripik aja. Ini ambil dari Kilo 5,5,” ujarnya kepada TribunKaltim.co dengan penuh semangat, Jumat (7/10/2016).

Lihat: VIDEO – Terharu, Salman Si Tunanetra Korban Penipuan Ikut ke ATM Terima Rp 25 Juta dari Netizen

Di usia yang kini menginjak kepala tiga, bapak satu anak ini ternyata mempunyai kelebihan yang luar biasa.

Meski sebagai tunanetra, pada saat jual beli ia tidak pernah salah dalam mengembalikan uang sisa kembalian kepada pembeli.

Ia juga tidak pernah jatuh saat berjalan atau menyeberang jalan. Ia juga tidak pernah minder atau malu.

“Yang namanya manusia diwajibkan ikhtiar, jangan kita ini gara-gara ada kekurangan terus terhalangi. Masa kalah sama burung. Burung setiap pagi keluar dari sarang dengan perut kosong, tapi buktinya sore ia pulang lagi ke sarang dalam kondisi kenyang, jangan jadi alasan," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved