Duh, Para Siswa Harus Berenang Gara-gara Jembatan Rusak
"Kalau yang bisa berenang, mereka berenang. Yang tidak, ya harus bergelantungan melintasi jembatan itu".
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Tak hanya kesulitan mengangkut hasil pertanian maupun berurusan ke kantor pemerintahan di ibukota Kecamatan Krayan, kerusakan jembatan gantung di Kecamatan Krayan menyebabkan para siswa harus berenang menuju ke sekolah.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Aprem Tinus mengatakan, ada dua jembatan gantung yang mengalami kerusakan.
Satu jembatan menjadi penghubung antara Desa Long Umung dengan Desa Long Bawan, ibukota Kecamatan Krayan. Sedangkan satunya menghubungkan Desa Long Umung dengan Desa Wa Yagung.
Dia mengatakan, tak semua warga berani melintas di jembatan gantung sepanjang sekitar 30 meter itu. Termasuk para anak sekolah yang hendak mendapatkan pendidikan setiap harinya.
"Kalau yang bisa berenang, mereka berenang. Yang tidak, ya harus bergelantungan melintasi jembatan itu. Mereka harus bawa baju double untuk ganti setelah sampai di seberang. Sepatu dibungkus rapat biar nggak basah," ujar politisi asal Krayan ini.
Sejumlah anak sekolah memilih tinggal di asrama sekolah dan baru pulang ke rumah sepekan sekali.
“Pelajar SMP dari Desa Pa Raya, Wa Yagung dan Bongaya memilih tinggal di asrama sekolah,” ujarnya.
Mereka tidak mau mengambil resiko, jika setiap hari harus melintas di atas jembatan tersebut.
“Daripada mereka harus menantang maut dengan hilir mudik menuju sekolahnya. Terutama saat musim hujan seperti sekarang ini,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya ini.
Pembangunan jembatan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan melalui proyek penunjukan langsung. Jembatan itu dibangun beberapa tahun yang lalu dengan ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan sungai.
Lama tanpa perawatan, jembatan mengalami kerusakan. Sejak itu, kerusakan jembatan diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Namun perbaikan dilakukan seadanya, hanya untuk tambal sulam bagian yang sedang rusak.
Sebulan belakangan ini, kondisi jembatan menjadi semakin memprihatinkan. Namun belum ada upaya dari pemerintah untuk memperbaikinya.
“Sekarang kondisi jembatan sudah sangat parah. Tali penggantung sebagian sudah ada yang putus dan menyebabkan jembatan itu miring,” ujarnya.
Bahkan, urainya, tiang penyangga jembatan itupun nyaris roboh. “Akibatnya sangat sulit mengeluarkan hasil pertanian termasuk barang kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, masyarakat setempat sudah berulangkali meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan memperbaiki jembatan dimaksud. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda jembatan akan diperbaiki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jembatan-gantung-rusak_20161017_184022.jpg)