SALAM TRIBUN

Las Vegas

Hari ternyata sudah berembang petang saat saya tiba di bandara internasional McCarran Las Vegas, Nevada, AS. Padahal, baru dua jam lalu saya terbangun

Ia perintahkan pak Tji (Ciputra) membangun Ancol. Saat itu Ancol hanya rawa-rawa. "Pak Tji, saya mau Ancol jadi pantai mirip Ipanema atau Copacabana." Ipanema dan Copacabana adalah pantai eksotis yang populer di Rio de Jenairo, Brazil. Ali mempelajari bahwa sebuah kota bisa disebut baik jika mampu mengembangkan pariwisata.

Para pemimpin di Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Pattaya, Dubai, Beijing, Seoul, Mexico City, Jepang, Eropa, dan banyak kota besar lain di dunia adalah figur-figur yang menyadari masa depan kotanya ada di pariwisata. Seberapa pun maju penguasaan teknologi mereka. Mereka berlomba-lomba membangun infrastruktur, meningkatkan kebersihan, menjaga keunikan budaya dan lingkungan dengan satu tujuan besar: agar wisatawan mau berbondong-bondong datang.

Raja dan pangeran Saudi Arabia yang selama ini menikmati bonanza minyak pun akhirnya menyadari bahwa mereka tak bisa terus-terusan menggantungkan pada minyak. Mereka tak ingin seperti Venezuela dan Azerbaijan yang sudah di ambang kebangkrutan.

Bagaimana dengan kita di Samarinda, Kukar, Kutim, Kaltim, yang dimanjakan oleh kekayaan sumberdaya alam? Sudahkah membuat terobosan ke arah itu? Atau tetap hanya akan menjadikan pariwisata serta sapta pesona sekedar hiasan spanduk yang terpampang manis di kantor-kantor dinas pariwisata? Lalu puas dengan rutinitas event-event wisata tahunan selama ini? (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved