Aksi Demonstrasi
BREAKING NEWS - Khawatir Makar, Pangdam dan Kapolda Larang Warga Kaltim Demo di Jakarta
Aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri mensinyalir adanya pengerahan massa dari daerah menuju ibu kota Jakarta.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berbagai isu berkembang terkait aksi damai lanjutan lebih besar yang dikoarkan beberapa kelompok maupun ormas kian menjadi bola panas.
Aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri mensinyalir adanya pengerahan massa dari daerah menuju ibu kota Jakarta.
Melihat perkembangan situasi di berbagai media sosial, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin kompak melarang warga Kaltim turut serta dalam aksi tersebut di Jakarta.
Kendati demikian mereka memperbolehkan kelompok atau golongan yang ingin menyuarakan aspirasinya, dengan catatan cukup di Kaltim saja.
Baca: Munarman: Demonstrasi 2 Desember Bukan Unjuk Rasa Biasa
Menurut Mayjen TNI Johny L Tobing, jika warga Kaltim nantinya terlibat aksi demontrasi di Jakarta maka bukan lagi masalah hukum yang diperjuangkan.
Bisa jadi agenda bergeser menjadi makar terhadap pemerintah.
Pihaknya tak ingin niat mulia warga Kaltim yang terlibat aksi damai ditunggangi oleh kelompok yang menginginkan perpecahan bangsa ini.
"Kalau di kaltim tidak apa, saya bersama Kapolda menjamin kemanan di Kaltim dan Kaltara. kalau ke sana, arah demonya bukan lagi masalah Ahok, jangan sampai terjadi makar di pemerintahan. Saya tidak izinkan warga Kaltim ke Jakarta untuk demo," tegas Johny.
"Apabila ada ajakan demo di sosmed akan ada demo jilid III Bela Islam pada 2 Desember. Mau tanggal berapapun, saya dengan Kapolda kalau di Jakarta saya tidak izinkan, apapun ceritanya. Orang Kaltim ya demonya di sini (Kaltim)," lanjutnya.
Senada Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin turut mengimbau agar warga Kaltim tidak perlu menyampaikan aspirasinya ke Jakarta.
Baca: Pesan Bijak Prabowo untuk Ahok agar Blusukannya tak Didemo Warga
Pihaknya mempersilakan melakukan aksi unjuk rasa di Kabupaten/Kota masing-masing.
"Kami akan bertindak maksimal, agar warga Kaltim tidak berangkat ke Jakarta. Karena ditenggarai ada agenda lain. Ini bukan lagi masalah hukum, tapi bergeser ke makar," katanya.
Saat ditanya seberapa banyak warga Kaltim yang disinyalir turut berangkat ke Jakarta, pihaknya enggan berkomentar.
"Belum ada yang berangkat ke sana, makanya kita kasih imbauan sebelumnya," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pangdam-dan-kapolda_20161121_170635.jpg)