Selasa, 21 April 2026

Sekujur Kulit Tubuhnya Melepuh

Penyanyi Ini Diberi Obat Antibiotik, Sungguh Mengerikan Reaksinya!

Sandy Duperval adalah penyanyi di Toronto, Kanada, dia diberi obat antibiotik untuk infeksi sinus, tetapi kemudian 90% kulit tubuhnya melepuh.

dailymail.co.uk
Artis penyanyi Sandy Duperval, 34, dari Toronto, Kanada mengalami reaksi hipersensitif terhadap obat antibiotik sehingga kulit tubuhnya melepuh seperti terbakar. 

Keluarganya sudah diingatkan bahwa Duperval tidak akan mampu bertahan lama, karena satu-satunya dokter kulit sedang pergi. Namun, ibunya mengancam akan menuntut rumah sakit jika mereka tidak menemukan dokter yang bisa mengobatinya.

Pada saat itu Duperval dalam kondisi setengah sadar, karena diberi kodein dan morfin untuk membantu mengendalikan rasa sakitnya.

Dibutuhkan waktu lima tahun untuk memulihkan kondisi kulitnya secara penuh. Namun, meski sudah sembuh dia kini menderita kecemasan dan gangguan stres pasca-trauma itu.

Ahli bedah melakukan intubasi trakea untuk membantu pernafasan dan dia ditempatkan dalam kondisi koma selama tiga hari. Lebih dari 90 persen dari tubuhnya yang terkena dan dia kehilangan kulit di bibirnya, tangan dan kaki.

Dia menambahkan: "Ketika mereka mengambil tabung dari saya dan saya melihat darah keluar dari mulut saya, saya menyadari betapa buruk itu kondisi kesehatanku. Lalu aku melihat wajah untuk pertama kalinya dan menangis. Padahal aku tidak pernah menangis sebelumnya."

Duperval mengatakan: "Pemulihan ini sungguh sulit,  tapi aku sangat bersyukur selalu ada yang membantu proses penyembuhan ini."

"Meskipun hidup dengan kecemasan, saya menjaga pikiran positif dan terus bekerja. Sungguh hari-hari sulit saya lalu penuh perjuangan," tuturnya.

"Sejauh ini, saya tidak merasakan sakit lagi dan yang lebih menakjubkan pigmentasi kulit saya pulih kembali seperti sedia kala. Ini semua berkat dukungan dari dokter dan paramedis, juga oleh ibu dan nenekku yang selalu menyertai setiap langkahku."

Apakah nekrolisis epidermal toksik?

Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah reaksi akut dari suatu pengobatan yang ditandai dengan kematian dan pengelupasan kulit di bagian epidermis.

NET umumnya merupakan penyakit yang berat jika pengobatannya tidak cepat dan tepat sering menyebabkan kematian.

Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Allan Lyell tahun1956 sebanyak empat kasus, sehingga penyakit ini disebut juga Sindrom Lyell’s.

NET ditemukan oleh Allan Lyell dengan gambaran berupa erupsi yang menyerupai luka bakar pada kulit akibat terkena cairan panas (scalding).

Kata “toxic” yang digunakan mengacu pada kondisi dimana beredarnya racun dalam peredaran darah yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala dan nekrolisis epidermal. Sedangkan kata “necrolysis” digunakan Lyell’s dengan menggabungkan gejala klinis epidermolisis dengan gambaran histopatologi “necrosis’.

Toxic epidermal toksik adalah reaksi yang berpotensi mengancam jiwa yang biasanya terjadi setelah memulai pengobatan baru.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved