Beda Usia Beda Juga Lho Olahraganya, Perhatikan Petunjuknya Berikut Ini
Nah, faktor usia merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan pilihan olahraga.
3. Usia 40-50an
Di usia ini pilihan olahraga high impact atau bersifat kompetitif sudah tak memungkinkan. Hanya mereka dengan kebugaran fisik yang ekstra yang mampu melakukannya dengan baik.
Sebaiknya, pilihlah olahraga yang tujuannya untuk menjaga semua fungsi tubuh dengan baik.
Pilihan olahraga: Yoga, tai-chi, pilates atau senam kebugaran, merupakan pilihan ideal untuk kategori di usia ini.
Agar kesehatan kardiovaskular tetap prima, lakukanlah olahraga seperti bersepeda santai, berjalan kaki, atau berenang.
Baca: Siap-siap Berenang? Jangan Lupa Jaga Kesehatan Kulit dari Bahaya Klorin, Ini Caranya
4. Usia di atas 60
Yang ini perlu ekstra hati-hati. Aktivitas fisik sederhana dan tak berbahaya, seperti bejalan, masih bisa memberikan dampak buruk bila tak dilakukan dengan cermat.
Sebab kondisi tulang dan sendi sudah sangat rentan dan perlu diperlakukan dengan hati-hati. Namun, memilih untuk tidak berjalan juga berbahaya.
Pilihan olahraga: Yoga merupakan contoh sederhana, tapi efektif untuk memberi stimulasi fisik bagi tubuh.
Seorang pakar yoga dunia, B.K.S Iyengar, masih rutin berlatih yoga 2-3 jam sehari, pada usia 90 tahun.
Hasilnya? Menurut penelitian medis, tubuhnya masih memiliki kemampuan yang mengagumkan.
Paru-parunya masih berfungsi layaknya orang berusia 25 tahun. Semua organ tubuhnya berfungsi normal. Hebatnya lagi, ia tak memerlukan bantuan kacamata untuk melihat.
Mengagumkan, bukan? (Intisari-online.com/Ade Sulaeman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/olahraga-jalan-kaki_20160630_102604.jpg)