Beda Usia Beda Juga Lho Olahraganya, Perhatikan Petunjuknya Berikut Ini
Nah, faktor usia merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan pilihan olahraga.
TRIBUNKALTIM.CO - Olahraga memang meyehatkan, tapi dapat menjadi ancaman kalau tak awas melakukannya.
Sebab bukan kasus baru kalau banyak yang harus kehilangan nyawa akibat kelelahan pasca melakukan aktivitas fisik yang berat.
Gagal jantung biasanya yang jadi penghubung paling banyak antara olahraga dan kematian.
Agar olahraga tak membawa petaka, kita perlu memilih jenis olahraga yang tepat. Nah, faktor usia merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan pilihan olahraga.
1. Usia 20-an
Kategori ini sering dikatakan sebagai puncak metabolisme manusia. Di masa ini, seluruh fungsi tubuh kita bekerja dalam kapasitas optimal.
Di usia ini juga atlet profesional yang menekuni olahraga dengan kadar stop and go yang tinggi, mencapai puncak kariernya.
Baca: Mana yang Lebih Baik, Sarapan Sebelum atau Sesudah Berolahraga Pagi?
Pilihan latihan: Apa pun pilihan jenis olahraganya, tak masalah. Baik olahraga high impact, low impact, maupun yang bersifat kompetitif sekalipun.
Sebaiknya, pilihlah jenis olahraga yang kita sukai. Lalu berlatihlah sebaik mungkin agar terhindar dari inefisiensi saat berolahraga.
Sesekali latihlah kelenturan otot dan sendi. Namun, jangan pula lupa melakukan peregangan dan pendinginan pasca latihan.
2. Usia 30-an
Usia ini paling rentan terhadap bahaya saat berolahraga. Sebab banyak dari kita menganggap kalau tubuh masih sebugar di usia 20-an. Padahal, fungsi organ tubuh telah banyak mengalami perubahan.
Misalnya, bantalan antar ruas tulang punggung yang menunjukan gejala penipisan.
Pilihan latihan: Sebaiknya kita perlu lebih selektif dalam memilih olahraga di usia ini. Hingga usia pertengahan 30-an, kita masih boleh kok melakukan olahraga yang sifatnya kompetitif.
Baca: Olahraga Apa yang Membantu Anda Berumur Panjang? Ini Hasil Penelitiannya
Yang terpenting, kita perlu mengingat kapasitas tubuh dan mengurangi durasi waktu olahraga.
Alangkah lebih baik, tambahlah waktu untuk menekuni olahraga yang baik untuk sistem kardiovaskular. Seperti bersepeda, berlari di atas treadmill, atau berenang jarak menengah.
Boleh juga untuk menekuni olahraga yang baik untuk tulang, seperti yoga, tai-chi, dan pilates.
