Wajib Militer Diberlakukan Lagi, Pemerintah Swedia Perintahkan Kota dan Desa Antisipasi Invasi Rusia

Badan Kontijensi Sipil (MSB) Swedia pekan lalu mengirimkan surat untuk para pemerintah daerah terkait masalah ini.

Wajib Militer Diberlakukan Lagi, Pemerintah Swedia Perintahkan Kota dan Desa Antisipasi Invasi Rusia
TT NEWS AGENCY/REUTERS/TELEGRAPH
Personel dari resimen pasukan lapis baja Skaraborg tengah berlatih di Pulau Gotland, wilayah Swedia yang terletak di Teluk Finlandia dan menghadap langsung negara-negara Baltik. 

"Hal yang baru adalah kondisi keamanan di negeri tetangga kami yang memburuk, dan karena itu kami harus melakukan persiapan terkait ancaman perang dan konflik," tambah Magnus.

Surat itu mengatakan, asosiasi pemerintah daerah Swedia (SKL) menyatakan sudah sepakat untuk mengawasi persiapan itu dan akan bekerja sama dengan MSB serta militer Swedia untuk menentukan kewajiban masing-masing daerah.

Beberapa hal yang akan dilakukan antara lain termasuk rencana pemeliharaan dan peningkatan kapasitas bunker-bunker darurat di seluruh negeri.

Apalagi karena tak digunakan, sudah sejak lama banyak bunker itu sudah dijual atau dibiarkan rusak begitu saja.

Namun, surat perintah MSB ini menuai kecaman dari beberapa daerah karena menganggap mereka tak mendapatkan informasi detil terkait hal-hal yang harus dilakukan.

Masalah lain yang dihadapi pemerintah daerah di Swedia adalah pendanaan terkait perintah persiapan "jelang" perang ini.

Jonas Hult, kepada badan keamanan dan keselamatan kota Malmo, kepada harian Sydsvenskan mengatakan, kota tersebut belum memiliki rencana bagaimana membagikan masker gas, BBM kepada warga.

Selain itu juga belum ada prosedur baku bagaimana mengarahkan warga ke bunker atau penampungan saat invasi benar-benar terjadi.

"Meningkatkan kesiapan perang membutuhkan uang, dan uanglah yang tak dimiliki pemerintah daerah," ujar Hult.

Pada 2013, AU Rusia mengadakan latihan perang dengan skenario serangan nuklir terhadap Swedia.

Dalam latihan itu satu skuadron pesawat tempur Rusia dikerahkan mendekati wilayah udara Swedia setelah melintasi Teluk Finlandia.

Sebuah lembaga riset pertahanan di AS, Rand Corporation dalam simulasinya memperkirakan Rusia bisa menguasai ibu kota negara-negara Baltik seperti Tallinn, Riga, dan Vilnius hanya dalam tiga hari. (*)

 


Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved