Pilgub Kaltim
Partai Demokrat Tetapkan Jaang Bakal Cagub Kaltim 2018
Kabar soal Jaang bakal diusung menjadi bakal calon Gubernur Kaltim 2018 berhembus meluas di kalangan internal Partai Demokrat.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Demokrat Kalimantan Timur di Hotel New Benakutai Balikpapan dihadiri ratusan kader dan pengurus Partai Demokrat, Sabtu (4/3/2017).
Pengamatan Tribun, beberapa peserta yang hadir selalu menjawab yel-yel yang dikomandani Ketua DPD Demokrat Kaltim H Syaharie Jaang.
"Demokrat! SBY! 2018!" ujar Jaang, dijawab para kader "Jaya! Yes! Ja'ang!"
Kabar soal Jaang bakal diusung menjadi bakal calon Gubernur Kaltim 2018 berhembus meluas di kalangan internal Partai Demokrat.
Informasi ini dibenarkan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim Edy Russani, saat ditemui Tribun sebelum Rapimda digelar.
Melihat kemunculan bola politik itu, Tribun menyempatkan waktu bertemu Walikota Samarinda Syaharie Jaang usai membuka Rapimda Partai Demokrat Kaltim di Balikpapan.
"Saya tidak tahu kalau saya yang jadi Cagub Kaltim dari Demokrat. Semua keputusan ada di pengurus DPC. Bukan dari keputusan saya sendiri. Suara ada DPC," ungkap Jaang.
Baca: Jika Positif Maju, Seperti Ini Kriteria Jaang Memilih Wakilnya
Baca: Dicalonkan Jadi Cagub Kaltim dari Partai Demokrat, Begini Jawaban Syaharie Jaang
Baca: Hadiri Rapimda Demokrat, Syaharie Jaang Datang Ditemani Istri
Ketika ditanyakan mengenai kesiapannya bila diusung sebagai calon gubernur (cagub) Kaltim pada Pilgub 2018 mendatang, Jaang menyatakan siap melaksanakan secara sebaik-baiknya bila memang dipercaya partai.
"Saya orang politik kalau ada kebijakan partai saya harus maju atau ada aspirasi dari masyarakat saya harus maju tentu saya akan siap maju," ujarnya.
Namun kembali lagi, kata Jaang, secara pribadi tidak bisa memaksakan kehendak pribadi mengejar ambisi mengincar kursi Gubernur Kaltim. Sebagai orang partai politik, Jaang masih mengacu aturan dan taat pada mekanisme organisasi Partai Demokrat.
"Berada di partai itu ada aturannya. Setiap partai termasuk Demokrat ada mekanismenya. Demokrat punya aturan yang ketat. Mekanismenya juga berjalan. Penentuan pendapat politik dilihat dari aspirasi tingkat bawah lalu nanti dibawa ke majelis tinggi partai yang ada di pusat," tuturnya.
Saat ditanya mengenai pendamping yang menempati posisi calon wakil gubernur, Jaang menjawab tidak muluk-muluk. "Yang penting mau niat mengubah daerah saja. Bukan mencari keuntungan pribadi. Bukan juga memilih calon yang berdasarkan suku atau agama tertentu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/syaharie-jaang_20170305_002353.jpg)