Jumat, 10 April 2026

Duh, Predikat Jomblo Bikin Angka Pernikahan Dini di Provinsi Ini Meningkat

"Baru kenal, tapi manggilnya sudah papah mamah. Ini kan kacau," katanya sambil tersenyum.

Penulis: Rafan Dwinanto |
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Predikat jomblo rupanya menjadi satu dari sekian penyebab utama, tingginya angka pernikahan dini di Kaltim.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim, Sukaryo Teguh, dalam acara Media Gathering, Senin (6/3/2017).

"Labeling (predikat) jomblo dan tidak jomblo itu ternyata berpengaruh terhadap peningkatan angka pernikahan dini. Jadi, daripada dibilang jomblo, lantas memilih cepat-cepat menikah. Terutama bagi yang latar pendidikannya rendah," kata Teguh.

Peran teknologi informasi, kata Teguh, juga memberi andil yang tidak kecil, terhadap angka pernikahan dini.

"Saat ini arus teknologi tak bisa dibendung. Orang dengan bebasnya mengakses situs yang meningkatkan libido. Ujung-ujungnya nyari pasangan dan terjadi pernikahan dini," katanya lagi.

Terlebih, sebagian besar pengguna teknologi informasi berasal dari anak-anak.

"Justru anak-anak yang lebih kencang main smartphone dibandingkan orangtua," ungkap Teguh.

Derasnya arus informasi, menurut Teguh, membuat anak-anak lebih cepat dewasa sebelum waktunya.

"Baru kenal, tapi manggilnya sudah papah mamah. Ini kan kacau," katanya sambil tersenyum.

Kondisi ini diperparah dengan narkotika dan pengaruh publik figur terhadap tingkah anak-anak.

"Ya narkoba, kemudian ngumpul, dan terjadilah seks bebas. Ujung-ujungnya hamil duluan baru nikah. Belum lagi terpengaruh publik figur di televisi," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved