Kamis, 14 Mei 2026

Pembunuhan

Sebulan Sebelum Pembunuhan Juragan Angkot, Bambang Berperilaku Tidak Biasanya

Karena sifat Bambang yang tertutup tidak mau terbuka secara jujur, akhirnya Yani pun membiarkan begitu saja.

Tayang:
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Suasana kediaman istri Bambang Hermanto di Bukit Gunung Meriam Balikpapan Barat pada Minggu (5/3/2017) siang. Sebelum menjadi tersangka pembunuhan, Bambang sehari-hari bertempat tinggal disini, tempat orangtua istrinya. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Yani, istri Bambang Hermanto, tersangka pembunuh juragan angkot merasa ada keanehan dalam perilaku suaminya sebulan sebelum terjadi peristiwa kriminal.

Ini disampaikannya kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (5/3/2017) siang ketika berada dikediamannya di Gunung Meriam Balikpapan Barat.

Kata Yani, panggilan akrab Sri Handayani, suaminya bertingkah aneh. Pulang selalu larut malam, dan jarang berada di rumah bersamanya dan anaknya.

"Saya tanya kenapa kamu pulang sampai larut malam. Jam dua malam baru pulang. Bilangnya dia sibuk cari kerja," ujarnya.

Berubahnya gaya hidup mulai terjadi sebulan sebelum ada kejadian pembunuhan keluarga Mulyadi di Gang Merpati Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Selama ini, kata Yani, suaminya tidak pernah menafkahi. Peran di rumah tangganya hanya sebatas mengantar kerja Yani di pagi hari dan sore hari. Namun selebihnya tidak diketahui aktivitas yang dilakukannya.

"Kalau antar saya, antar jemput kerja, dia (Bambang) mau melakukan. Tapi nanti hanya sebatas mengantar saja. Tidak mau berlama-lama kumpul sama keluarga," tuturnya.

Biasanya, Bambang itu orang yang pendiam, sering anteng betah di rumah kumpul bersama anak, mertua, dan saudara-saudara.

"Kalau di rumah betah. Duduk bersantai nonton di depan televisi," ungkapnya.

Selama ini, tambah Yani, suaminya tidak pernah kepergok memakai narkoba seperti sabu di dalam rumah. Hanya saja yang ia curigai, fisik suaminya lebih kurus dan jarang mau makan di rumah.

"Saya tanya kenapa badan kamu kelihatan kurus. Dia jawabnya bilang kecapekan kerja di luar. Sampai pulang tengah malam," tutur Yani.

Karena sifat Bambang yang tertutup tidak mau terbuka secara jujur, akhirnya Yani pun membiarkan begitu saja.

"Saya bebaskan saja aktivitas dia. Mau melarang-larang, tanya-tanya, dijawab santai saja sama dia. Seperti masa bodo," katanya.

Kemudian tidak disangka, pada Minggu (26/2/2017) suaminya menyandang status sebagai tersangka pelaku pembunuhan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved