CitraLand City Samarinda
Di Sekolah Citra Kasih, Muridnya Belajar Entrepreneurship Sejak Dini
Sekolah ini terbuka untuk umum dan menggunakan pendekatan entrepreneurship dalam pembelajaran setiap hari, mulai dari level playgroup.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Metode belajar mengajar di Sekolah Citra Kasih Samarinda, memang berbeda. Sekolah yang terbuka untuk masyarakat umum ini menggunakan pendekatan entrepreneurship dalam pembelajaran setiap hari, mulai dari level playgroup hingga selanjutnya.
"Kurikulum yang diterapkan di sekolah kami tentu saja sesuai Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, namun pendekatan yang kami gunakan adalah entrepreneurship. Kami memiliki lingkaran pembelajaran yakni exploring, planning, doing, communicating, reflecting," ungkap Kepala Sekolah Citra Kasih, Yeni Pangabdi S.Psi, kepada Tribunkaltim.co, pekan lalu.
Pendekatan entrepreneurship itu artinya dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya satu arah namun dua arah. Jadi guru tidak serta-merta memberikan catatan langsung, melainkan membuat murid aktif untuk memberi respons guna mengetahui seberapa jauh materi yang akan diajarkan diketahui mereka. Artinya, pusat pembelajaran bukan pada guru melainkan murid. Sedangkan guru hanya fasilitator.
Menurut Yeni, sekolah ini mendidik murid untuk berpikir kritis dan berinovasi. Itu sebabnya membutuhkan proses dan berkelanjutan sejak usia dini hingga SMA bahkan perguruan tinggi. "Kami menggunakan pendekatan entrepreneurship karena tidak ingin mereka jadi follower. Kami mendidik pola pikir mereka seperti seorang entrepreneur. Berani mengemukakan ide-ide kreatif, inovatif dan berbeda untuk dikembangkan," tandas Yeni.
Selain itu, mencetak murid dengan karakter berkualitas. Bahkan sehari-hari dibuat character reward. "Setiap hari di awal proses belajar-mengajar, dibuat kesepakatan. Misalnya harus duduk manis dan bertanggungjawab. Jika tidak dilaksanakan maka ada name on board. Kami sebut bukan hukuman tapi konsekuensi. Kalau hukuman itu negatif. Selain akademik yang excellent, karakter anak juga harus excellent dan harus balance," tambahnya.
Yeni mencontohkan, misalnya di kelas tidak ada tempat pensil. Kemudian muncullah gagasan proyek membuat tempat pensil agar kelas lebih indah. "Selanjutnya merencanakan desain interiornya seperti apa, bahan apa yang akan digunakan, bentuknya seperti apa? Murid dibantu oleh guru untuk menggambar. Sedangkan ide-idenya dari para murid. Setelah planning, kami serahkan kepada orangtua untuk menindaklanjutinya. Kami inginkan ada kerjasama antara orangtua dan anak. Jadi dalam pembuatannya (doing) anak harus dilibatkan. Ini akan berpengaruh di tahapan communicating. Ditahap ini murid akan bercerita di kelas bagaimana tahapan-tahapan pembuatannya. Jika orangtua yang membuat sendiri, anak kesulitan untuk presentasi di sekolah," paparnya.
Proyek belajar, menurut Yeni, bisa juga berupa kegiatan di rumah. "Kami beri tema family day. Jadi orangtua dan anaknya merancang kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Pantauan Tribun, di ruang kelas memang terdapat foto-foto aktivitas setiap murid dengan orangtua dalam pose keakraban, yang dipajang secara khusus. Selain itu, di level SD ada program tambahan pelajaran namun tidak wajib. Ada kelas menulis rapi, kelas penjumlahan, dan kelas conversation bahasa Inggris.
Sekolah Citra Kasih yang berlokasi di perumahan CitraLand City Samarinda Utara dibuka sejak 2012 dan hingga kini sudah ada kelas playgroup, Taman Kanak-kanak (TK) dan SD sampai kelas IV. Tahun depan buka kelas V. Saat ini total jumlah murid sudah mencapai 206 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/murid-sd-sekolah-citra-kasih_20170309_150417.jpg)