Jumat, 24 April 2026

Destinasi

Meski Mahal, Liburan ke Raja Ampat tak akan Bikin Anda Menyesal

Berkembangnya wisata Raja Ampat melahirkan ragam pilihan tempat menginap bagi wisatawan. Harganya pun bervariatif.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Warga desa Sawinggrai, di Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (11/5/2016). 

Keesokan harinya saya beserta rombongan berganti penginapan di Kakatua Hostel. Hostel ini merupakan penginapan yang cukup pas bagi wisatawan backpacker lantaran harganya relatif lebih murah. Harga per malam dipatok sekitar Rp 300.000.

Husein (35), salah seorang pengelola kapal motor wisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Husein (35), salah seorang pengelola kapal motor wisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. (KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI )

Satu kamar diisi oleh empat tempat tidur tipe bertingkat. Kondisi itu cocok bagi para pelancong yang datang bersama rombongan. Fasilitas mesin cuci dan wifi sangat memberi kesan tempat itu ibarat rumah sendiri. 

"Berlibur ke Raja Ampat memang mahal, tapi anda tak akan menyesal," kata Husein (35). Husein adalah warga setempat yang berprofesi sebagai nakhoda kapal motor wisata di Raja Ampat.

Pertanyaan soal biaya berwisata ke Raja Ampat memang membuat para pelancong mengernyitkan dahi. Husein pun tak menampik hal itu.

Salah satu yang membuat perjalanan ke Raja Ampat mahal adalah biaya transportasi untuk menggapai titik destinasi wisata di sana.

Tiap kapal motor dihargai sekitar Rp 5 juta untuk 8-10 orang. Sebab itu, untuk menekan ongkos perjalanan wisatawan disarankan datang secara berkelompok.

Matahari tenggelam di salah satu tepian pantai di Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Matahari tenggelam di salah satu tepian pantai di Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. (KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI )

"Memang ongkos transportasinya mahal. Tapi kalau dihitung ya rasional. Harga bensin di sini cukup mahal juga. Belum lagi rute perjalanan ke tiap pulau yang memakan waktu cukup lama," tutur Husein. 

Raja Ampat merupakan daerah dengan total 1.864 pulau. Dari jumlah itu, baru sekitar 125 lokasi wisata yang dibuka untuk umum.

Sebab itu, Husein mengatakan idealnya wisatawan berlibur minimal lima hari untuk mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata menarik di Raja Ampat.

"Lima hari itu sudah minimal. Kalau ingin mengakses seluruh tempat wisata di sini, mungkin bisa menghabiskan waktu sekitar dua bulan. Masih banyak tempat yang tak banyak orang tahu di sini," ungkapnya.

Pasir putih di Pulau Rufas pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.
Pasir putih di Pulau Rufas pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit. (KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo )

Husein pun mewanti-wanti agar wisatawan tak 'terjebak' oleh paket wisata murah ke Raja Ampat. Pasalnya banyak cerita tentang wisatawan yang kecewa lantaran kurang mendapat pengalaman wisata maksimal di Raja Ampat

"Seperti saya bilang tadi, berlibur ke Raja Ampat itu mahal, tapi anda tidak akan menyesal. Itu pun kalau anda mendapat referensi berlibur ke Raja Ampat yang baik dan benar," kata Husein. (Dendi Ramdhani)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved