Sabtu, 11 April 2026

Selamatkan Diri, Ernawati Terjun ke Laut Berenang 15 Menit dengan Tubuh Penuh Luka

Wanita berusia 35 tahun ini dirawat bersama anaknya Fazri (4) yang juga mengalami luka sayat di lengan dan pinggang akibat aksi nekat pamannya.

Penulis: Junisah |

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ernawati, korban yang mengalami luka parah akibat tusukan berkali‑kali di bagian lengan, dada dan paha kiri oleh Fatahulla atau biasa dipanggil Vulla kondisinya berangsur‑angsur membaik.

Ibu dari dua anak balita yang disandera Vulla kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Sebelumnya Ernawati (35) dikabarkan kritis.

Saat ditemui Tribun di ruang perawatan RSUD Tarakan, Rabu (5/4/2017), dia  telah dipindahkan di ruang perawatan Anggrek Nomor 311 Lantai III RSUD Tarakan.

Di ruang perawatan tersebut, Ernawati terbaring di atas ranjang dengan jarum infus menancap di tangan kanan.

Wanita berusia 35 tahun ini dirawat bersama anaknya Fazri (4) yang juga mengalami luka sayat di lengan dan pinggang akibat aksi nekat pamannya sendiri, Vulla.

Baca: Cuma Disuruh Ganti Baju, Pria Ini Ngamuk Tusuk Kakak Ipar dan Sandera Dua Balita Keponakannya

Fazri terlihat sedang tidur. Sebagian tubuhnya ditutupi selimut. Tangan sebelah kanannya diinfus.

Hingga saat ini suami tercintanya belum membesuk karena masih ada di tambak. Dia tidak bisa dihubungi melalui telepon seluler, kemungkinan karena tidak ada sinyal.

Kepada Tribun, Ernawati masih merasakan kepalanya pusing. Namun untuk ke kamar mandi ia bisa berjalan sendiri, meskipun masih merasakan perih di bagian paha kirinya, lengan dan dada.

Sambil berbaring Ernawati menceritakan bagaimana awal kejadian ia ditusuk iparnya sendiri.

Menurutnya, Vulla sudah lama menaruh dendam atau sakit hati terhadap dirinya. Kemungkinan rasa sakit hati dipendam oleh suami adiknya tersebut.

Baca: BREAKING NEWS - Pelaku Penyanderaan Dua Balita Tewas Ditembak Polisi

Dendam ini bermula, ketika dua minggu lalu Vulla yang berada di tambak telepon, bahwa ada saudaranya ingin meminjam beras. Vulla meminta Ernawati meminjamkan dulu berasnya 1 kilogram kepada saudaranya.

"Waktu telepon mau pinjam beras saya bilang iya, tapi nanti saja, karena tidak enak ada bapaknya anak‑anak. Kalau bapaknya anak‑anak tanya siapa itu yang mau pinjam beras, saya kan tidak enak. Jadi saya ambil enaknya saja. Saya bilang habis Maghrib, keluargamu datang ambil. Tapi ternyata jam setengah 6 sore sudah datang, yah aku bilang nanti saja," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved