Selamatkan Diri, Ernawati Terjun ke Laut Berenang 15 Menit dengan Tubuh Penuh Luka
Wanita berusia 35 tahun ini dirawat bersama anaknya Fazri (4) yang juga mengalami luka sayat di lengan dan pinggang akibat aksi nekat pamannya.
Penulis: Junisah |
Mungkin, karena dibilang nanti akhirnya saudaranya marah dan melapor kalau tidak diberikan beras.
Sampai akhirnya Vulla telepon lagi sambil marah‑marah memaki‑maki Ernawati dengan sebutan gila.
"Saya pas ditelepon lagi tiba‑tiba Vulla marah‑marah. Saya dibilang gila, karena dia bilang saya gila, yah saya sahutin juga kamunya yang gila dan pencuri. Mungkin kata‑kata ini yang membuat di sakit hati. Sampai akhirnya kemarin itu, mungkin stres akhirnya menusuk saja," ujarnya.
Erna mengaku, setelah ditusuk, sempat melarikan diri lari keluar dan berteriak minta tolong, namun tidak ada yang menolong.
Sampai akhirnya ia berinisiatif terjun ke laut yang kebetulan rumah kontrakannya berada di pinggir laut.
Saat terjun ke laut, Ernawati berenang menuju Pos Polairud Polres Tarakan dengan luka‑luka di bagian tubuhnya selama 15 menitan.
Di Pos Polairud Polres Tarakan inilah Ernawati menceritakan dan meminta tolong bahwa adik iparnya mengamuk menusuk dirinya. Kedua anaknya juga disandera di dalam rumah.
Dia pun tidak merasa kesakitan atau pun lemas, meskipun darah terus mengalir dari tubuhnya.
Melihat kondisi Ernawati yang penuh luka, seorang tukang ojek membantunya mengantar ke rumah sakit. Saat di rumah sakit baru merasakan perih dan sakit luka yang dialaminya.
Kepala Bidang Perencanaan RSUD Tarakan Husain mengatakan, saat Ernawati masuk di UGD RSUD Tarakan Ernawati langsung mendapatkan pengobatan.
"Pas malam harinya langsung dioperasi, karena luka‑lukanya harus dijahit semuanya," katanya.
Husain menambahkan, dari tiga luka, bagian paha yang mengalami luka tusuk sangat lebar. Meskipun begitu, kondisi Ernawati sudah membaik, karena hanya mengalami luka sayatan bagian luar.
"Kita sudah rontgen bagian dalam, semuanya masih bagus. Yah diperkirakan dibutuhkan waktu 7 hingga 10 hari untuk pemulihan," katannya.
Bagaimana kondisi Fazri? "Kondisinya sangat baik, luka sayatannya di lengan dan di bagian belakang tidak apa‑apa, karena sayatannya kecil saja. Hanya saja untuk adik Fazri kita khawatirkan psikisnya. Untuk itu harus ada penanganan khusus untuk psikisnya, karena anak ini jadi korban penyanderaan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ernawati-fazri_20170406_082917.jpg)