Selasa, 5 Mei 2026

Properti

Tren Gedung Hijau di Indonesia Masih Jauh dari yang Diharapkan

Ia menjelaskan, jika bicara tren gedung hijau di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, implementasinya masih jauh dari yang diharapkan.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - bangunan hijau 

TRIBUNKALTIM.CO -- Dalam sejumlah proyek pembangunan gedung, baik itu hotel, apartemen, kantor, atau mal, pengembang masih memprioritaskan bagaimana keluar modal sesedikit mungkin dan kembali secepatnya.

Padahal, untuk menciptakan gedung yang hijau atau efisien, biasanya diperlukan modal lebih besar khususnya dari sisi pengadaan material.

"Mereka (pengembang) tidak peduli kalau dengan membangun secara hijau, modal tetap bisa kembali 10-20 tahun lagi," ujar Direktur Ritel dan Operasi Ciputra Group Sugwantono Tanto saat Innovation Summit 2017, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Ia menjelaskan, jika bicara tren gedung hijau di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, implementasinya masih jauh dari yang diharapkan.

Pasalnya, pengembang masih mementingkan besaran biaya yang harus dikeluarkan di awal dan mengesampingkan biaya operasi kemudian.

Menurut Sugantono, meski pahit, tetapi kenyataannya saat ini seperti itu.

Belum lagi, jika pengembang dihadapkan dalam pemangkasan anggaran di awal proyek, maka yang pertama dipangkas adalah biaya untuk membuat gedung hijau.

Meski begitu, ia menambahkan, kondisi ini sudah lebih baik jika dibandingkan 10 tahun yang lalu.

"Kami sudah memulai untuk mengimplementasikan desain bangunan yang lebih efisien," kata Sugwantono.

Kesadaran ini, tutur dia, timbul karena banyaknya perusahaan asing yang mencari kantor di sebuah gedung bersertifikasi hijau, berdasarkan beberapa hasil riset konsultan.

Jika tidak mengikuti kebutuhan pasar ini, maka gedung-gedung perkantoran bakal ditinggal penghuni.

Selain karena permintaan pasar, tambah Sugwantono, harga listrik juga semakin mahal dalam 10 tahun terakhir. Kenaikannya bahkan sampai 3 kali lipat dalam beberapa tahun saja. (Arimbi Ramadhiani)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved