Jumat, 17 April 2026

Bangun Infrastruktur, Pemprov Kaltara Himpun 32 Investor

Ada juga dari Thailand dan Filipina. Sebanyak 32 investor ini termasuk beberapa yang namanya sudah tidak asing seperti Sarawak Energy dan Hyundai Co.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Ilustrasi - Sebuah perahu cepat membelah aliran air Sungai Kayan beberapa waktu lalu. Potensi air sungai ini ditaksir mendatangkan PAD bagi Kaltara sebanyak Rp 5 Triliun per tahun dari penggunaan aliran air di PLTA Sungai Kayan nantinya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kaltara Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi mengemukakan, sejauh ini berhasil dihimpun 30 investor yang berminat investasi.

Ditambah dua lembaga pembiayaan dari dalam dan luar negeri.

Investor tersebut seperti PT Bosowa Bandar Indonesia, PT Pembangkit Energy Mandiri, Lumi Hitech Sdn.Bhd, Henan Huatai Cereals and Oils Machinery Co.Ltd, Sinosteel Equipment & Engineering Co.Ltd, Henan Huatai Cereals and Oils Machinery Co.Ltd , dan Ciki Convex.

Ada pula Lumi Hitech Sdn.Bhd, Ecunomic Planning Unit (EPU) Putrajaya, SBC Corporation Berhad, BIMP - EAGA Business Council Kinabalu, Malaysia International Chamber of Commerce and Industry (MICCI).

"Ada juga dari Thailand dan Filipina. Sebanyak 32 investor ini termasuk beberapa yang namanya sudah tidak asing seperti Sarawak Energy dan Hyundai Co.Ltd," ujarnya.

Dian Muhammad Johan belum bisa memastikan berapa banyak investor yang bisa merealisasikan rencana investasinya. Belum ada perikatan komitmen antara pemerintah, Pemprov Kaltara dengan investor-investor yang bersangkutan.

"Yang sudah ada MoU-nya baru Sarawak Energy. Yang lainnya baru kemarin ada pembicaraan lisan waktu kegiatan Kaltara Investment Forum di Jakarta. Tetapi kami sudah follow up dalam artian saya sudah bertemu mereka dan meminta mereka datang ke sini (Kalimantan Utara). Sebagian sudah datang ke sini lihat lokasi seperti Hyundai dan perusahaan asal Malaysia yang join venture dengan Korea," sebutnya.

Ketua DPRD Kaltara Marthen Sablon memberi apresiasi atas upaya pemprov yang intensif melakukan penjajakan dengan beberapa investor.

Baca: Perlu Banyak Anggaran Realisasikan 10 Proyek Strategis, Gubernur Irianto Rayu Investor ke Kaltara

Hanya saja menurutnya, investor perlu terus didorong agar mau merealisasikan rencana investasinya.

"Seperti PLTA kami harapkan supaya ada tindaklanjut, bisa segera dimulai pembangunan bendungannya. Betul-betul bukan hanya rencana semata, tetapi harus ada aksi," tuturnya.

Mengharapkan APBN dan APBD untuk membiayai pembangunan di Kaltara menurut Marthen belum cukup untuk mengakselerasi pembangunan lebih cepat. Ia berharap agar investor berkomitmen menanamkan modal di provinsi termuda ini.

Agar investor semakin tergaet, Pemprov sebut Marthen harus memberikan kemudahan-kemudahan bagi investor, utamanya dari segi kemudahan perizinan dan insentif lain.

"Selain itu, kita memang perlu melakukan promosi. Tinggal nanti investor yang memilih lapangan usaha mana yang mereka ingin usahakan," ujarnya.

Ada beberapa sektor yang potensial untuk digarap investor. Potensi tersebut mencakup pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, serta minyak dan gas bumi. Sektor strategis lainnya yang bisa digarap investor ialah sektor pariwisata. Menurut Marthen, untuk mengembangkan pariwisata KalimantanUtara ke arah yang lebih berkembang dan maju, perlu investor yang serius.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved