Hujan Deras, Warga di Gunung Guntur tak Bisa Tidur Takut Terjadi Longsor
"Semalam saya lihat‑lihat dari jendela rumah. Melihat kondisi luar rumah. Jaga kalau sampai longsor bisa pindah tempat," tuturnya.
Penulis: Budi Susilo | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bencana longsor yang melanda pemukiman penduduk Gunung Guntur, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur membuat Alimudin tak bisa tidur.
Saat Tribun bersua Alimudin di kediamannya pada Senin (8/5/2017), menuturkan, sejak hujan deras dirinya berjaga semalaman melihat kondisi seputaran rumahnya.
"Semalam saya lihat‑lihat dari jendela rumah. Melihat kondisi luar rumah. Jaga kalau sampai longsor bisa pindah tempat," tuturnya.
Dia merupakan satu di antara warga yang bertempat tinggal di perbukitan Gunung Guntur. Kondisi pemukiman ini padat.
Rumahnya dihuni 9 orang dengan dua kepala keluarga. Rumahnya yang beratapkan seng berkarat persis membelakangi tanah berlereng.
Baca: Banjir Makin Parah, Pemkot Balikpapan Sebut Kekurangan Dana
Baca: Pemkot Balikpapan Waspada Bencana Longsor dan Angin Puting Beliung
"Sudah ada sedikit bergeser. Mau longsor. Batu‑batuannya sudah banyak yang rontok," kata Alimudin.
Tanah tetangga sebelah kiri rumahnya telah mengalami erosi yang parah, nyaris menggulung rumah yang ada di bawahnya.
Termasuk atap rumah tetangganya yang di sebelah kanan juga telah tertimpa batang pohon akibat erosi tanah. "Rumahnya lagi tidak ada penghuninya. Tertimpa pohon sejak semalam," ungkapnya.
Selama ini, dia merasa aman tinggal di perbukitan Gunung Guntur. Namun belakangan merasa berbeda, iklim ekstrem, hujan sangat deras sampai bertahan lama.
"Takut kalau hujan lama. Harus jaga‑jaga," kata Alimudin.
Sekarang ini dia merasa pasrah, tidak bisa berbuat pindah tempat sebab sama sekali belum memiliki uang membeli rumah baru yang lebih aman.
Baca: BREAKING NEWS - Pipa PDAM Pecah Sebabkan Longsor di Klandasan Ilir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/longsor-gunung-guntur_20170508_110700.jpg)