Kamis, 14 Mei 2026

Nowruz, Perayaan Tahun Baru ala Budaya Persia

Di Iran dan beberapa negara, equinox muda menandai awal dari Norwuz, sebuah perayaan sepanjang dua minggu yang merupakan dasar dari budaya Persia.

Tayang:
Zuma Press, INC./Alamy Stock Photo
Perayaan Nawruz di New York 

TRIBUNKALTIM.CO -- Musim semi telah tiba. Dari festival sakura di Jepan hingga perayaan Holi di India, budaya-budaya di seluruh dunia memiliki ritual-ritual tua untuk menyambut musim semi.

Di Iran dan beberapa negara, equinox muda menandai awal dari Norwuz, sebuah perayaan sepanjang dua minggu yang merupakan dasar dari budaya Persia.

Memiliki arti sebagai ‘hari baru’ dalam bahasa Farsi, Nowruz kali ini menandakan awal dari tahun 1396 dalam kalender Persia, secara simbolis berarti meninggalkan kesulitan yang terjadi di musim dingin dan menghargai kelahiran alam kembali.

Berikut beberapa hal yang patut diketahui mengenai perayaan ini.

Nowruz Bukan Perayaan Islam

Sejarah Nowruz jauh lebih kuno dibandingkan kemunculan Islam dan Kristen.

Perayaan ini diperkirakan berawal 3,000 tahun lalu pada masa Zoroastrian, salah satu agama monotheis pertama yang pernah menjadi agama resmi di Persia.

Pada 2009, UNESCO mencantumkan Nowruz dalam daftar Warisan Budaya Berwujud, mengingatkan pentingnya melestarikan praktik, ritual dan acara-acara perayaan.

Perayaan Lintas Batas Negara, Agama, dan Budaya

Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengamati Nowruz.

Menurut Omid Safi, direktur dari Pusat Studi Islam di Duke University, Nowruz dirayakan “hampir di setiap tempat yang pernah disentuh budaya Persia - lebih luas dibanding negara Iran saat ini.

” Para pengamat juga merayakan dari Timur Tengah, Asia Tengah, Eropa, Pegunungan Kaukasus, dan Amerika Serika. Setiap budaya mengakui hari raya ini sebagai sebuah pembaruan, walaupun cara perayaannya mungkin berbeda di tiap tempat.

Perayaan Dimulai dengan Melompati Api

Selasa lalu, banyak orang berpartisipasi dalam ritual melompati api, atau Chaharshanbe Suri.

Api memegang makna penting dalam Zoroastrianisme, sebagai repreentasi dari kebijaksanaan Tuhan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved