Kamis, 9 April 2026

Kemelut di Marawi

Tercatat 103 Orang Tewas, Bendera ISIS Dikibarkan di Penjuru Filipina

Kematian yang sudah beredar di penjuru kota itu juga ditandai beredarnya bendera hitam ISIS yang sudah dikibarkan di penjuru Marawi.

Editor: Amalia Husnul A
The Guardian/AFP/Getty Images/Ted Aljibe
Militer Filipina dikerahkan untuk menggempur ISIS di Marawi Filipina. 

TRIBUNKALTIM.CO, FILIPINA - Sebanyak 103 orang dikabarkan tewas akibat aksi penyerbuan ISIS di Filipina, yang tingkat keparahannya ditandai pengibaran bendera ISIS di Marawi, Filipina.

Meningkatnya korban jiwa di Marawi semakin mengkhawatirkan, seraya militan ISIS mencoba untuk menguasai kota di Pulau Mindanao itu.

Sebelumnya, Minggu (28/5/2017), diketahui 19 orang warga sipil tewas dalam konflik senjata antara militan ISIS dan pasukan keamanan pemerintah.

Di antara yang meninggal termasuk tiga perempuan dan seorang anak.

Polisi juga dikatakan sempat menemukan delapan buruh di pinggiran kota tersebut, yang beberapa di antaranya telah ditembak pada bagian kepala.

Baca: Umat Muslim Marawi Lindungi 39 Warga Kristen yang Tentara Filipina

Baca: Indahnya, Begini Kemeriahan Anak-anak Filipina Rayakan Bulan Suci Ramadhan

Terdapat tulisan "munafik" pada satu dari jenazah para buruh yang ditemukan itu dan polisi mengatakan para buruh itu dibunuh lantaran tak bisa mengutip ayat kitab suci.

Kematian yang sudah beredar di penjuru kota itu juga ditandai beredarnya bendera hitam ISIS yang sudah dikibarkan di penjuru Marawi.

"Dikibarkan di setiap sudut kota," kata seorang warga setempat, Chico Usman.

Kota Marawi menjadi sasaran sejumlah pria bersenjata dari kelompok pemberontak bernama Maute.

Maute diketahui sebagai kelompok yang didukung oleh ISIS, yang dianggap radikal karena didirikan oleh tokoh-tokoh Front Pembebasan Rakyat Moro (MILF).

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan konflik mematikan terjadi setelah otoritas setempat menggerebek sebuah rumah tempat seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf sekaligus pemimpin ISIS di Filipina bersembunyi.

Baca: Nama-nama WNI yang Ikut Bertempur di Filipina, Beredar di Whatsapp, Fakta atau Hoax

Baca: Terjadi Baku Tembak, Presiden Filipina Tetapkan Darurat Militer di Pulau Mindanao dan Sekitarnya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved