Senin, 20 April 2026

Kemelut di Marawi

Tercatat 103 Orang Tewas, Bendera ISIS Dikibarkan di Penjuru Filipina

Kematian yang sudah beredar di penjuru kota itu juga ditandai beredarnya bendera hitam ISIS yang sudah dikibarkan di penjuru Marawi.

Editor: Amalia Husnul A
The Guardian/AFP/Getty Images/Ted Aljibe
Militer Filipina dikerahkan untuk menggempur ISIS di Marawi Filipina. 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memberlakukan darurat militer di seluruh daerah selatan Mindanao itu, yang menjadi rumah bagi 200 ribu orang.

Juru Bicara Kepresidenan Ernesto Abella mengatakan darurat militer akan berlaku kurang lebih hingga 60 hari, namun Duterte mengatakan bisa saja diberlakukan hingga setahun ke depan.

Ratusan ribu warga di Marawi yang terancam nyawanya diminta oleh pemerintah setempat untuk berlindung di rumah masing-masing.

"Saya mohon kepada warga Kota Marawi agar bertahan di rumah dan langsung tiarap jika mendengar bunyi tembakan," pesan Gubernur Lanao del Sur, Mamintal Adiong Jr. (The Guardian/CNN Philippines).

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved