Sedih, Prajurit TNI yang Tewas Tenggelam Sempat Minta Maaf pada Sang Kekasih
Anggota TNI yang lahir di Jepara, Jawa Tengah tersebut dikenal sebagai sosok yang baik dan bertanggungjawab di mata kekasihnya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang perempuan berambut sebahu terlihat berdiri di Jembatan Manggar, Balikpapan Timur, Jumat (16/6/2017) kemarin.
Matanya bengkak, suaranya berat, sesekali air meleleh dari kedua kelopak matanya.
Dia adalah kekasih Pratu Muhammad Khairul Anam, anggota TNI yang hilang di laut usai menyelamatkan perempuan tenggelam.
Namanya Eka Rahayu. Mengenakan jaket jeans biru ia setia memandang muara laut di sekitar Jembatan Manggar.
"Kemarin pagi (15/6/2017) terakhir komunikasi. Dia bilang 'Dek maaf saya belum bisa pulang dari Manggar'. Sampai sekarang belum ada kontak lagi," kata Eka Rahayu sambil menyeka air mata dengan tangannya.
Hampir setengah tahun merajut kasih, Jumat (16/6/2017), Eka harus menerima kenyataan saat menerima informasi Khairul Anam belum ditemukan usai berupaya menyelamatkan seorang warga yang tenggelam oleh Tim SAR.
Baca: Seorang Tentara Hilang di Sungai Manggar saat Tolong Wanita yang Tenggelam
Di Balikpapan, Khairul Anam tinggal di Kompi Senapan A, Km 8, Balikpapan Utara.
Jika ada penugasan tertentu ia bertugas di Manggar. Anggota TNI yang lahir di Jepara, Jawa Tengah tersebut dikenal sebagai sosok yang baik dan bertanggungjawab di mata kekasihnya.
"Semoga cepat ditemukan, semoga selamat," tuturnya.
Namun harapan kekasih Pratu M Khairul Anam pupus sudah. Ia kembali harus menerima kenyataan bahwa orang yang ia cintai ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (16/6/2017) malam sekitar pukul 21.45 Wita oleh tim SAR Gabungan.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Basarnas Balikappan Mujino melalui Kasie Ops Octavianto, anggota TNI yang berupaya menyelamatkan warga tenggelam ditemukan sekitar 20 jam setelah dinyatakan menghilang.
Jasad Pratu Khairul Anam ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi terakhir korban terlihat.
"Korban ditemukan jarak kurang lebih 139 meter dari titik jatuh ke arah laut sekitar 21.45 Wita," ungkapnya.
Usai ditemukan, jasad Khairul Anam kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Tentara Balikpapan untuk dilakukan otopsi dan identifikasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pratu-muhammad-khairul-anam_20170617_055108.jpg)