Minggu, 3 Mei 2026

BREAKING NEWS - Jasad Izza Ditemukan Mengapung Radius 500 Meter dari Lokasi Karamnya Ketinting

Hampir 2 x 24 jam, Makasau ditemukan oleh warga pada Selasa (4/7/2017) pukul 12.00 dalam kondisi tak bernyawa di permukaan air.

Tayang:
TRIBUNKALTIM/ MUHAMMAD ARFAN
Rosidah (jilbab merah) ditenangkan oleh keluarga dan kerabat almarhum suaminya di depan ruang mortuari RSUD Soemarmo Sosroatmodjo, Bulumgan, Kalimantan Utara, Rabu (5/7/2017). 

Rosidah makin pilu. Suaminya tercinta bernama Makasau (64) ditemukan warga dalam kondisi meninggal setelah pencarian sehari dua malam.

Rosidah selamat dalam musibah perahu ketinting tersebut lantaran diselamatkan oleh suaminya itu, yang belakangan ditemukan meninggal dunia.

Kepada Tribun Rosidah bercerita, saat perahu terbalik karena kerasnya hantaman gelombang, 8 anggota keluarganya yang turut dalam ketinting tersebut lantas jatuh ke air.

"Saya diselamatkan dulu. Lalu beliau selamatkan anak-anak. Terakhir menantuku bilang, Izza Pak...Izza Pak," tutur Rosidah.

Mendengar hal itu, Makasau lantas kembali menyelam ke air mencari Izza, cucunya berusia 2,5 tahun. Lama ditunggu di permukaan air, Makasau dan Izza tak kunjung muncul.

"Kami mulai khawatir. Kami tidak bisa menyelam. Kami ambil tali dan kain jilbab kami kemudian kami berikat satu sama lain supaya tidak terpisah kalau dihantam gelombang," ujarnya.

Dua jam mengapung di air dibalut rasa cemas lantaran Makasau dan Izza tak kunjung muncul. Selama dua jam pula mengapung lantaran bala bantuan belum ada datang.

"Ada ketinting lewat tetapi mereka di pinggir jadi tidak melihat dan mendengar jelas teriakan kami. Baru petang baru kami diangkut sama speedboat yang lewat," tuturnya.

Rosidah ikhlas suaminya yang beprofesi sebagai Kepala Sekolah SD 06 itu kembali ke pangkuan Ilahi. Semasa hidup dengan Makasau, Rosidah merasakan kebahagiaan.

Rosidah mengenal Makasau sebagai lelaki yang bertanggung jawab.

Meski usianya tak lagi muda, namun semangatnya bagi dunia pendidikan tak pernah padam. Di lingkungan keluarga, Makasau dikenal penyayang sejati.

"Kami tinggal di Apung. Kami berangkat ke Tias untuk silaturahmi karena bapak (Makasau) rencananya mau mengecek sekolah, persiapan mau masuk sekolah murid-muridnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved