BREAKING NEWS - Jasad Izza Ditemukan Mengapung Radius 500 Meter dari Lokasi Karamnya Ketinting
Hampir 2 x 24 jam, Makasau ditemukan oleh warga pada Selasa (4/7/2017) pukul 12.00 dalam kondisi tak bernyawa di permukaan air.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rabu (5/7/2017), Tim SAR akhirnya menemukan jasad Nurhalijah atau Izza, balita berusia 2,5 tahun korban ketinting tenggelam di perairan Kabupaten Bulungan.
Perahu ketinting yang ditumpangi 8 orang sekeluarga dikabarkan mengalami musibah kecelakaan dalam perjalanan jalur sungai menuju muara Tias, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dari Desa Apung (Log Pon) Kecamatan Tanjung Selor.
Ketinting terbalik Senin (3/7/2017) sekitar pukul 17.00 Wita, sejam setelah berangkat dari Desa Apung. Terbaliknya ketinting dipastikan karena hantaman gelombang.
Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, tim SAR terdiri dari dua regu yang dipimpin oleh Kasat Sabhara dan Kapolsek Tanjung Palas.
Rabu pagi, tim berangkat dari Pelabuhan Kayan 1 sebanyak 8 orang dengan menggunakan speedboat Polres Bulungan. Sesampainya di Desa Muara Tiyas, tim lansung melakukan konsolidasi untuk melakukan pencarian dan meminta bantuan warga yang memiliki perahu.
Sekitar jam 13.30 Wita, tim berangkat ke TKP dangan dibagi dua tim. Sebelum menemukan jenazah, tim menemukan satu buah tas yang diperkirakan milik korban .
Sekira jam 16.30 Wita, sekitar 500 meter dari TKP telah diketemukan jasad Nurhalijah dalam keadaan terapung, Kemudian tim melakukan evakuasi. Jasad Izza dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Saleng Batu, lalu dibawa ke RSU dengan menggunakan mobil Patroli Polres Bulungan.
Sebagaimana diwartakan, terdapat 8 penumpang kapal tersebut. Masing-masing Makasau (64) yang diketahui menjabat Kepala Sekolah SDN 06 Desa Tias, Tanjung Palas Tengah, dan istrinya Rosidah (50).
Dua orang putrinya masing-masing Ika Monika (13) dan Mala (27), serta putranya Luang (35) juga ikut menjadi korban.
Korban lainnya ialah Fatma (27) notabene menantu Makasau/istri Luang. Lalu Izza (2,5) cucu Makasau, dan Feby (10) keponakan Makasau.
Hampir 2 x 24 jam, Makasau ditemukan oleh warga pada Selasa (4/7/2017) pukul 12.00 dalam kondisi tak bernyawa di permukaan air.
Kehilangan suami
Rosidah (50) mencoba tampak tegar di depan para kerabatnya keluarga dan kerabatnya di belakang ruang mortuari RSUD Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Rabu (5/7/2017).
Matanya tampak memerah. Dua malam ia tak tidur menanti kabar dan nasib suaminya yang dinyatakan hilang semenjak perahu ketinting yang ia tumpangi tenggelam di perairan Tias, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan pada Senin (3/7/2017) pukul 17.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/keluarga-korban-ketinting-tenggelam_20170705_111932.jpg)