Miris, Ini Nasib Kakek Asal Jateng di Balikpapan, Kena Stroke dan tak Terurus, Tidur Digigit Tikus

Diapers kakek Didik tidak ada yang mengganti, bahkan Kakek Didik pernah tidak makan selama 2 hari. Saat tidur pun kaki kakek Didik digigiti tikus.

Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/muhammad alidona
Didik (68), seorang pria tua penderita stroke di Balikpapan, Kalimantan Timur, semakin memprihatinkan 

Aroma tak sedap memenuhi seluruh ruangan, bekas buang air kecil dan besar tak ada yang membersihkannya.

“Kakek Didik juga tidak bisa pindah kontrakan karena siapa lagi yang mau urus dan kasih makan, apalagi orang di sekitar sini juga kurang peduli. Meskipun tahu ada orang tua terlantar di lingkungan ini, tapi beberapa hari terakhir saya juga sudah mentok, pekerjaan repot sekali, keuangan juga lagi seret. Sampai kemarin dua hari nggak terurus sampai enggak saya kasih makan," kata Faizin.

Menurut Faizin, dirinya bersama komunitas paguyuban Pati juga telah berusaha membawa kakek Didik ke RSUD Balikpapan di kawasan Gunung Malang, namun karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mengobati kakek Didik, maka kakek Didik diminta untuk rawat jalan saja.

Baca: BREAKINGNEWS - Video Ruang Perawatan RSUD AW Sjahranie kebanjiran

Baca: Frustrasi Jerawat Selalu Muncul saat Menstruasi? Contek 5 Tips Perawatan Masalah Kulit Ini

"Pernah saya antar ke RSUD bahwa tidak ada indikasi untuk rawat inap. Tidak ada obat-obatan yang dikasih padahal kondisinya seperti ini nggak bisa diajak komunikasi, malah disuruh rawat jalan. Tapi, bagaimana mau rawat jalan, mengangkat sampai ke jalan saja sudah setengah mati. Makanya istri saya pusing juga kalau saya lagi sibuk, ya terlantar seperti ini (kakek Didik) saya bingung juga,” kata Faizin.

Sementara itu, perwakilan paguyuban Pati, Joko Gimbul mengungkapkan pihaknya sudah beberapa kali bergotong royong untuk membantu kakek Didik.

Berbagai sumbangan berupa uang dan sembako pernah diberikan sebagai bentuk kepedulian.

“Dari paguyuban sudah ada beberapa yang gotong royong membantu. Kami ke sini juga sudah membantu, seperti ada yang kasih uang, ada yang kasih sembako, tempat tidur dan segala macam kebutuhan. Kita datang ke sini berapa kali sama tim, sama teman-teman yang punya kedudukan saya ajak supaya mereka bisa membantu lebih,” katanya.

Baca: Aji Mirza Dikukuhkan Memimpin Paguyuban Sempekat Keroan Kutai Kaltim

Baca: Sambut GMT, 13 Paguyuban Meriahkan Pesta Laut di Pantai Manggar

Joko membenarkan pihaknya juga sudah pernah membawa kakek Didik ke rumah sakit, namun dari pihak rumah sakit meminta untuk dipulangkan saja.

Alasannya karena tidak ada tindakan medis apa pun yang bisa dilakukan karena sakit stroke yang diderita kakek Didik sudah permanen.

“Kesimpulan dari rumah sakit bahwa dia tidak bisa lagi di rawat di sana karena sudah permanen sakitnya. Jadi sudah nggak ada kewajiban dari rumah sakit. Jadi kalau mau, ya dilakukan terapi, karena untuk rawat inap pun nggak ada fungsinya,” katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Balikpapan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved