Para Siswi Tiba-tiba Menjerit dan Kesurupan Massal
“Hari ini (kemarin) proses belajar-mengajar kita hentikan dulu, situasi kita harapkan kembali normal besok (hari ini),” tandasnya.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Fenomena kesurupan massal kembali terjadi Kabupaten Berau. Kali ini kesurupan menimpa sejumlah pelajar di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb, pada hari Rabu (9/8).
Puluhan pelajar yang mayoritas perempuan, terlihat menjerit-jerit di dalam kelas. Menurut pihak keamanan sekolah, Wahyu, ada sekitar 30 murid yang mengalami kesurupan.
“Peristiwa ini terjadi pertama kali di Kelas 8C, saat jam belajar. Setelah itu bergantian, kesurupan menyebar ke pelajar lainnya, mayoritas anak perempuan,” ungkapnya saat ditemui para wartawan di SMP Negeri 1.
Pihak sekolah pun dibuat kewalahan dengan fenomena ini, pasalnya, para pelajar lainnya tampak ketakutan, sementara para guru yang ada di sekolah juga tidak tahu mesti berbuat apa untuk menenangkan para pelajar yang kesurupan.
Hamdi, Waka Kurikulum SMP Negeri 1 Tanjung Redeb membenarkan, peristiwa tersebut pertama kali terjadi di sebuah ruang kelas di lantai dua.
“Terjadi saat jam pelajar yang pertama, tiba-tiba anak-anak menjerit keras, kami (guru) langsung melihat ke kelas,” ujarnya.
Pihak sekolah, kata Hamdi meminta guru mata pelajaran Agama Islam dan Kristen untuk ikut membantu menenangkan para pelajar secara spiritual. Namun karena melihat banyaknya para pelajar yang mengalami kesurupan, pihak sekolah akhirnya menyerah.
“Kami memanggil orangtua masing-masing, untuk menjemput anaknya di sekolah,” imbuhnya. Untuk mencegah peristiwa terulang pada hari yang sama, pihak sekolah akhirnya memulangkan seluruh pelajar.
“Hari ini (kemarin) proses belajar-mengajar kita hentikan dulu, situasi kita harapkan kembali normal besok (hari ini),” tandasnya.
Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di SMP Negeri 9 yang jaraknya tidak terlalu jauh dari SMP Negeri 1. Saat itu, pelajar mengalami kesurupan massal sehingga pihak sekolah terpaksa menghentikan aktivitas belajar mengajar.
Kepala SMP 9 Berau Andi Ma'ruf mengatakan, setelah kejadian tersebut, pihaknya secara rutin menggelar pengajian di sekolah. Fenomena kesurupan selalu dikaitkan dengan peristiwa gaib, padahal, fenomena ini juga ada dalam tinjauan medis.
Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, dr Erva Anggriana, mengatakan, dalam ilmu psikiatri, fenomena ini disebut dengan Dissociative Trance Diorder (DTD), yakni suatu kondisi yang diikuti dengan perubahan identitas pribadi seseorang yang mengalaminya.
Beberapa gejala DTD yakni lepas kendali, hilang kesadaran akan lingkungan sekitar, serta tidak sadar terhadap dirinya sendiri. “Gejalanya seperti sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama, kemudian terjadi perubahan nada suara dan susah berkonsentrasi,” jelasnya.
“Ada juga mengistilahkan kesurupan dengan gangguan konversi. Gangguan ini melibatkan gejala neurologis, gangguan motorik dan sensorik,” tambah Erva. Untuk mengatasi gejala ini, kata Erva, pasien harus segera diperiksa oleh dokter psikiatri untuk mendapat pertolongan maupun konsultasi pemberian obat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-kesurupan_20161203_144807.jpg)