Bandara Samarinda Baru Dioperasikan Maret 2018, Ini Maskapai yang Siap Terbang
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung, Usdek Luthermand, menjawab seluruh rencana Kemenhub hingga operasi di 2018 mendatang
"Untuk rute baru di BSB, kami akan lihat dahulu. Semua kembali pada permintaan. Jika pangsa pasar besar di BSB, pasti akan banyak maskapai yang ingin masuk. Terutama penerbangan antarpulau, Kalimantan-Sulawesi, Kalimantan-Jawa, atau Kalimantan-Papua. Pemerintah pusat
pasti akan mengkaji, bagaimana kedua bandara ini bisa tetap berjalan eksis, tanpa mematikan pasar satu sama lain. Tetapi, memang sesuaiwilayah, jika BSB operasi, akan ada pengurangan penumpang di SAMS Balikpapan. Ada penurunan, tapi tak mematikan," katanya.
Ia pun memberi contoh, seperti yang terjadi di Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, dimana kedua bandara itu tetap saling mengisi meski lokasi berdekatan.
Baca: VIDEO – Akhir 2017 Kota ini Akan Memiliki Bandara Udara Saat ini Runway Telah Rampung
"Seperti Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma di Jakarta. Keduanya kan internasional. Tetapi tak mematikan. Jadi, jika ada permasalahan di Halim Perdana Kusuma, maka opsi terbang bisa dilakukan ke Soetta. Kami berharap juga demikian di BSB dan SAMS. Bisa saling mengisi. Kalau secara penumpang turun, itu wajar, karena ada dua bandara, tetapi keduanya masih tetap eksis," kata Usdek. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bandara-samarinda-baru_20160712_211232.jpg)