Berita Video
VIDEO – Situs Sejarah ini Tidak Terawat, Bahkan di Sekitarnya Tumbuh Semak Belukar
Kendati pemerintah melalui Disporabudpar telah menetapkan sebagai cagar budaya Balikpapan, nyatanya kondisi peninggalan sejarah perang dunia II
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Martinus Wikan
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Situs Meriam Jepang yang berada di bukit Markoni, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan tak terawat.
Kendati pemerintah melalui Disporabudpar telah menetapkan sebagai cagar budaya Balikpapan, nyatanya kondisi peninggalan sejarah perang dunia II tersebut jauh dari kata baik.
Layaknya tanah tak bertuan dengan meriam yang memiliki panjang 9 meter sebagai penghuninya.
Belum lagi rumput-rumput liar lalu gundukan tanah yang berada di sekeliling meriam tersebut. Kesan tak terawat juga timbul dari pemandangan dari depan moncong senjata berdiameter 55 cm yang digunakan tentara jepang menghancurkan kapal sekutu pada masa perang.
Baca: 10 Tahun Bekerja di Malaysia, Pria Ini Sebut Uang Ringgit Lebih Menguntungkan Dibanding Rupiah
Baca: Di Rumah Mewah Bos First Travel, Polisi Temukan 9 Pucuk Airsoft Gun dan 47 Buku Tabungan
Baca: Oooh Ternyata Semakin Banyak Pasangan yang Kirim Sexting, Ini Buktinya
Kabarnya dahulu banyak kapal pendarat sekutu yang berhasil ditenggelamkan. Para tentara Jepang dengan leluasa memborbardir kapal yang mencoba merapat di pantai Balikpapan dengan peluru meriam.
Baca: VIDEO - Bocah SD Mengamuk Saat Mau Disuntik, Gurunya tak Berkutik Kena Tendangan Maut
Di atas meriam berselimut karat itu melintang dua batang bentangan kayu kayu ulin dengan lebar 40 cm. Diduga kayu tersebut sisa gelagar atap pelindung. Begitu juga di kiri kanan masih ada tiang-tiang pondasi dari kayu ulin mengelilingi meriam tersebut.
Baca: VIDEO – Menteri Eko Terima Pengangkatan Warga Kehormatan Bakamla
Untuk diketahui bangkai meriam Yokohama yang diperkirakan dibuat tahun 1935 ini sempat terkubur, dan kemudian digali kembali oleh warga September 2010.
Baca: Di Provinsi Ini, Warga yang Menikah Lebih Bahagia Dibanding yang Belum, Simak Rincian Faktanya
Saat berbincang dengan salah seorang warga sekitar yang tinggal paling dekat dengan situs tersebut, Albar (32) mengatakan sebenarnya ada orang yang bertugas menjaga situs tersebut. Namun tak setiap hari ia datang. "Gak setiap hari, biasanya sore ke sini. Seminggu sekali biasanya," katanya. (bie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/meriam-jepang_20170816_144417.jpg)