Kebanggaan Kaltim
Memprihatinkan, Populasi Owa Kalimantan Kini Tersisa 19 Ribu Ekor
Populasi Owa Kelempiau atau Owa Kalimantan ini dari ke hari jumlahnya semakin memprihatinkan.
Penulis: Budi Susilo |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Populasi Owa Kelempiau atau Owa Kalimantan ini dari ke hari jumlahnya semakin memprihatinkan.
Lembaga yang peduli terhadap lingkungan, The International Union for Conservation of Nature telah menobatkan Owa Kelempiau sebagai satwa berstatus genting, atau endangered.
Penilaian ini mengindikasikan, Owa Kelempiau berada di jurang kepunahan, yang wajib segera dilestarikan, tidak boleh lagi ada yang menghilangkan nyawanya.
Hery Saputro, Inisator Borneo Wildlife Education and Conservation of Nature menjelaskan, Owa Kelempiau merupakan binantang khas Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.
"Fauna yang ada di Kalimantan ini kebanggaan bagi kita warga Kaltim. Owa hanya ada di Kaltim, " ujarnya.
Baca: Owa Khas Kalimantan Ini Sempat Dipelihara Warga
Baca: Owa Kelampiau, Monyet Paling Setia dengan Pasangannya
Selain Bekantan, burung Enggang dan Beruang madu, Owa Kelempiau merupakan satu satwa yang masih bagian dari 'keluarga' Kalimantan.
Jumlah populasi owa diperkirakan hanya tersisa 19 ribu ekor dan terus mengalami tren penurunan yang diperkirakan hingga mencapai 50 persen dalam 30 tahun terakhir.
Menurut Hery, keberadaan Owa Kelempiau wajib dilindungi.
Siapa pun dia harus ikut bertanggungjawab, wajib sadar untuk melestarikan.
"Kalau bukan kita yang melindungi, lalu siapa lagi yang bisa diharapkan," tegasnya.
Ancaman kepunahan yang dialami Owa Kelempiau tidak terlepas dari beberapa faktor, di antaranya rusaknya hutan.
Aksi-aksi penebangan pohon secara liar, menjadikan hutan sebagai ladang perkebunan dan industri akan mempercepat memusnahkan Owa Kelempiau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/owa-kalimantan_20170910_122011.jpg)