Kena Pukul dan Pingsan, Rinto Akan Tetap Suarakan Persoalan Banjir
Rinto mengaku hal tersebut tidak menjadi penghalang para mahasiswa untuk tetap menyuarakan persoalan Balikpapan.
Dia menyebutkan, Wawali mengatakan tetap mendukung adanya gerakan ini.
Adanya aksi ini karena Indonesia adalah negara demokrasi dan mahasiswa berhak untuk menyuarakan pandangannya.
Selain itu, pihaknya juga mendapatkan kunjungan dari Rektor Uniba Piatur Pangaribuan.
“Pak rektor dari tadi malam beliau selalu mendampingi saya, tadi pagi pagi-pagi sekali dia juga sudah di sini untuk menjenguk,” katanya.
Sementara itu, Kapolres kota Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta, mengungkapkan, sekitar pukul 24.00 Wita, datang berkunjung bersama Wakapolres, Kasat Intel dan beberapa aparat kepolisian.
Menurutnya, pada kesempatan tersebut, Kapolres cukup menyayangkan dan meminta maaf atas peristiwa tersebut.
Kapolres berjanji akan mengevaluasi lagi beberapa hal agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.
“Bahkan juga statement dari beliau akan bertanggung jawab dengan adanya persoalan ini,” katanya.
Pihaknya mengaku sangat menyayangkan adanya kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut.
Ia mengaku melihat tindakan dari kepolisian yang sangat berlebihan dan sangat agresif saat menghadapi para mahasiswa.
"Saya ambil tindakan untuk menarik teman-teman dari kepolisian agar menghindarkan dari gesekan, begitu saya tarik teman-teman saya pikir ini akan selesai. Tetapi ternyata dari pihak kepolisian tetap mendekat kepada mahasiswa yang menyebabkan gesekan jadi tidak bisa dihindari karena terlalu dekat antara kepolisian dan mahasiswa dan ada sedikit dorongan akhirnya tidak terelakan lagi,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rahmad-masud-kunjungi-mahasiswa-pendemo_20170912_125510.jpg)