Kena Pukul dan Pingsan, Rinto Akan Tetap Suarakan Persoalan Banjir
Rinto mengaku hal tersebut tidak menjadi penghalang para mahasiswa untuk tetap menyuarakan persoalan Balikpapan.
Laporan Wartawan TribunKaltim Muhammad Alidona
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kendati jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit saat menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (11/9/2017) untuk menuntut keseriusan pemerintah kota menangani banjir, namun Rinto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan yang juga merupakan koordinator lapangan aksi demo mengaku akan tetap menyuarakan persoalan banjir di Balikpapan.
Ditemui Tribun, Selasa (12/9/2017) di ruang perawatan RS Siloam, Rinto mengaku hal tersebut tidak menjadi penghalang para mahasiswa untuk tetap menyuarakan persoalan Balikpapan.
Terkait dengan adanya ‘chaos’ dalam aksi demonstrasi tersebut pihaknya mengaku sejauh ini sudah berkomunikasi dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Uniba untuk dapat membicarakan persoalan ini untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca: Pasca Demo Ricuh Muncul Petisi Melawan Banjir Melawan Kekerasan
Baca: Mengenang Tragedi 9/11, WTC Runtuh Bukan karena Tabrakan Pesawat?
Baca: Kado Ulang Tahun Anti-Mainstream, Kadal dan Kecoa Raksasa Ini Bisa Dipeluk-peluk
Baca: Heboh Tersebar Video Teuku Wisnu Poligami, Shireen Sungkar Tanggapi Begini
Baca: Test Urine di SMK Negeri Grogot, Seorang Siswa Positif Pengguna Narkoba
Baca: Begini Cara Perawatan Syahrini agar Selalu Tampil Cetar di Depan Publik
Baca: Abdul Somad LC MA, Ustad yang Berhasil Menyentuh Generasi Millennial
Baca: Kejari Paser Tangani Dugaan Korupsi Bandara, Sudahkah Rp 39,9 Miliar Dikembalikan?
Baca: Beri Semangat kepada Orangtua Pelajar, Jokowi Ungkapkan Masa Lalu Keluarganya
“Saya sudah berkomunikasi dengan teman-teman terutama teman-teman LKBH Uniba untuk membicarakan terkait beberapa persoalan. Entah nanti kita tempuh jalur hukum atau seperti apa, itu kami masih melaksanakan proses pengkajian di internal berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan,” katanya.
Disampaikannya, dalam kesempatan yang sama, sekitar pukul 09.00 Wita, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud juga datang mengunjungi dan sempat membawakan bingkisan.
Dia menyebutkan, Wawali mengatakan tetap mendukung adanya gerakan ini.
Adanya aksi ini karena Indonesia adalah negara demokrasi dan mahasiswa berhak untuk menyuarakan pandangannya.
Selain itu, pihaknya juga mendapatkan kunjungan dari Rektor Uniba Piatur Pangaribuan.
“Pak rektor dari tadi malam beliau selalu mendampingi saya, tadi pagi pagi-pagi sekali dia juga sudah di sini untuk menjenguk,” katanya.
Sementara itu, Kapolres kota Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta, mengungkapkan, sekitar pukul 24.00 Wita, datang berkunjung bersama Wakapolres, Kasat Intel dan beberapa aparat kepolisian.
Menurutnya, pada kesempatan tersebut, Kapolres cukup menyayangkan dan meminta maaf atas peristiwa tersebut.
Kapolres berjanji akan mengevaluasi lagi beberapa hal agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.
“Bahkan juga statement dari beliau akan bertanggung jawab dengan adanya persoalan ini,” katanya.
Pihaknya mengaku sangat menyayangkan adanya kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut.
Ia mengaku melihat tindakan dari kepolisian yang sangat berlebihan dan sangat agresif saat menghadapi para mahasiswa.
"Saya ambil tindakan untuk menarik teman-teman dari kepolisian agar menghindarkan dari gesekan, begitu saya tarik teman-teman saya pikir ini akan selesai. Tetapi ternyata dari pihak kepolisian tetap mendekat kepada mahasiswa yang menyebabkan gesekan jadi tidak bisa dihindari karena terlalu dekat antara kepolisian dan mahasiswa dan ada sedikit dorongan akhirnya tidak terelakan lagi,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rahmad-masud-kunjungi-mahasiswa-pendemo_20170912_125510.jpg)