Selasa, 19 Mei 2026

Polemik Transportasi Online

Eksperimen YouTuber Indonesia Gunakan Gojek dan Taksi Konvensional di Balikpapan, Ini yang Terjadi!

Awalnya ia memesan Gojek dari tempatnya menginap di Hotel Menara Bahtera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Jalan Jenderal Sudirman

Tayang:
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
YouTube
YouTuber kondang Indonesia Agung Hapsah bereksperimen menggunakan jasa Gojek di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia lalu membandingkan dengan memakai jasa taksi konvensional dan angkot. 

"Tapi dengan meningkatnya taksi online, maka kemungkinan taksi konvensional akan mengalami penurunan. Dan di sinilah kekacauan mulai terjadi.

Daripada berkompetisi secara sehat, orang memilih menyerang secara fisik dengan kelompok lain.

Untuk aku, ini artinya kita belum siap mengikuti Masyatakat Ekonomi Asean.

Kalau kita melakukan tindakan kekerasan untuk persaingan lokal, lalu bagaimana dengan persaingan global?

Layanan taksi konvensional mengklaim perusahaan seperti Gojek mengambil pendaptan mereka dan mengambil pelanggan dari mereka.

Tapi menurutku masalahnya ini bukan dengan Gojek, tapi dengan taksi konvensional, sudah ketinggalan zaman, tidak efisien dan biayanya sangat mahal.

Sebelum ada taksi online, tidak ada opsi selain taksi konvensional. Opsi lainnya tidak terlalu bagus seperti angkot atau becak.

Hal ini memungkinkan taksi konevensional untuk membuat harga tinggi karena mereka tahu tidak ada opsi lain.

Mereka memasang harga yang lebih tinggi dan mereka menggunakan alasan seperti pajak, hukum, harga bensin untuk menjustifikasi harga tinggi ini.

Tapi sekarang dengan hadirnya taksi online, orang dapat melihat bahwa mereka dulu dieksploitasi. Orang-orang sekarang bisa pilih yang jauh lebih murah dan transparan," kata Agung.

Baca: Wow, Nikita Mirzani Buka-bukaan Soal Onderdilnya

Di akhir rekaman, Agung Hapsah juga memberikan catatan khusus terkait kisruh transportasi online ini.

"Menurutku peraturan transportasi publik harus direvisi agar sesuai dengan standar masyatakat modern dan memungkinkan pelayanan seperti Gojek menjalankan bisnis secara legal.

Selain revisi, menurutku peraturan baru berkaitan dengan pajak untuk layanan taksi online juga harus dibuat.

Untuk sekarang tidak ada solusi yang jelas.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved