Jumat, 10 April 2026

PM Abe Sukses Besar

PM Jepang Shinzo Abe Sukses Besar, Raih Mayoritas Kursi di Parlemen

Keputusan PM Shinzo Abe menggelar pemilu dini setahun lebih cepat berbuah manis karena partai berkuasa berhasil meraih 311 dari 465 kursi di parlemen.

(Toshifumi Kitamura/AFP)
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk menggelar pemilu dini, setahun lebih cepat dari jadwal, berbuah manis dan boleh dibilang sukses besar. Koalisi partai berkuasa, Partai Liberal Demokratik Jepang (LDP) dan Partai Komeito, berhasil mempertahankan dua pertiga atau "supermayoritas" kursi di parlemen.

Exit poll dari televisi TBS, Minggu (22/10/2017) sore, menunjukan, LDP dan Komeito diproyeksikan memenangkan 311 dari 465 kursi.

Kemenangan telak ini berarti Abe telah memimpin LDP tiga pemilu beruntun memenangi dua pertiga kursi parlemen, pencapaian yang tentunya tidaklah mudah.

Tidak banyak yang menduga Abe akan menang mudah ketika parlemen secara mengejutkan dibubarkan bulan lalu.

Bahkan perdana menteri berusia 63 tahun itu mengatakan, targetnya hanyalah mempertahankan mayoritas kursi parlemen.

Kemunculan Partai Harapan pimpinan Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang populer menjadi alasan mengapa ketika itu LDP diprediksi akan kehilangan banyak kursi.

Koike adalah mantan mitra serta sekutu politik Abe di LDP.

Namun popularitas Partai Harapan yang baru berusia sebulan akhirnya redup seiring dengan berjalannya kampanye.

Alih-alih menjadi penantang utama Abe, yang ada malahan Partai Harapan tersungkur ke posisi tiga dengan proyeksi oleh TV NHK meraih 38 hingga 59 kursi.

Partai Konstitusional Demokratik Japan, partai baru yang juga dibentuk bulan lalu secara mengejutkan akan menjadi oposisi terbesar dengan raihan 44 hingga 67 kursi.

Popularitasnya yang sempat anjlok akibat isu nepotisme dan arongansi kekuasaan pertengahan tahun ini juga sempat memunculkan pertanyaan mengenai masa depan pemerintahan Abe.

Bisa dikatakan Abe berhasil melewati krisis politik itu dengan kemenangan telak yang spektakuler ini. 

Kemenangan besar ini diyakini akan memuluskan dua ambisi besar Abe. Yang pertama adalah mengamandemen konstitusi pasifis Jepang.

Abe sosok konservatif nasionalis memang sudah lama ingin mewujudkan ambisi pribadinya merombak konstitusi Jepang untuk mengizinkan "Negeri Samurai" menggunakan dan mengirim pasukan militernya.

Kedua adalah ambisinya membidik rekor untuk menjadi perdana menteri terlama dalam sejarah Jepang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved