CIA Buka Dokumen Tentang Indonesia, Soekarno Masuk Target Pembunuhan

Dalam dokumen itu juga disebutkan rencana pembunuhan kepala negara lain yang berkuasa pada saat itu yaitu Perdana Menteri

Twitter/@SejarahRI
Sukarno dan dua anak Mualif Nasution 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah merilis dokumen G30S dan kejadian sesudahnya yang sangat berbeda dari sejarah yang ditulis Orde Baru, kini Amerika membuka dokumen CIA yang sangat sensitif bagi Indonesia.

Dokumen Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, yang terungkap antara lain memperlihatkan ada pembahasan tentang rencana pembunuhan Presiden pertama Indonesia, Sukarno.

Baca: Wartawan Pakistan Babak-belur Dikeroyok 6 Orang Saat Mau Pulang ke Rawalpindi Dari Islamabad

Dalam dokumen tahun 1975, Wakil Direktur Perencanaan CIA saat itu, Richard Bissell, memberi kesaksian bahwa ada pembahasan di dalam badan itu tentang upaya 'atas kehidupan Presiden Indonesia Sukarno yang 'perkembangannya sejauh identifikasi dari satu aset yang mungkin direkrut untuk tujuan ini'.

Baca: Mengapa Lagu Indonesia Raya yang Dipilih Didengarkan Saat Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928

"Rencana itu tidak pernah tercapai, tidak pernah disempurnakan pada titik yang tampaknya memungkinkan," tulis Dokumen CIA tertanggal 30 Mei 1975 tersebut terkait Sukarno.

Baca: Posting Foto Begini Bareng Angga, Dewi Perssik Hamil?

Dokumen setebal 83 halaman mencatat Bissell kemudian menegaskan CIA 'sama sekali tidak ada kaitan dengan kematian Sukarno, yang wafat pada 21 Juni 1970.

Sukarno

Sehubungan dengan kedua rencana tersebut, dia menyatakan bahwa tidak ada rencana yang akan dilakukan tanpa otorisasi di luar badan itu, dan bahwa tidak ada otorisasi yang dilakukan untuk rencana atas Sukarno.

Baca: 70 Dari 82 Anggota Parlemen Catalonia Memilih Kemerdekaan dari Spanyol

Dalam dokumen itu juga disebutkan rencana pembunuhan kepala negara lain yang berkuasa pada saat itu yaitu Perdana Menteri Kongo, Patrice Lumumba.

Bissell mengatakan tahu ada diskusi yang merencanakan pembunuhan Lumumba dan 'pejabat kasus diarahkan untuk melihat kemungkinan tersebut."

Arsip pembunuhan JFK
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dirinya bakal mengijinkan pembukaan rangkaian dokumen rahasia mengenai pembunuhan mantan Presiden John F Kennedy alias JFK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved