Kamis, 9 April 2026

Cai Tao dan Hu Chun, 2 Panda Penghuni Taman Safari Ini Sehari Santap 30 Kg Bambu

Cai Tao dan Hu Chun, panda raksasa asal negeri Tirai Bambu telah menjalani masa karantina selama satu bulan.

Editor: Sumarsono
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini 

TRIBUNKALTIM.CO - Cai Tao dan Hu Chun, panda raksasa asal negeri Tirai Bambu telah menjalani masa karantina selama satu bulan. Berada di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, dua panda raksasa ini siap menyapa warga Indonesia.

Cai Tao dan Hu Chun, panda raksasa asal Tiongkok menjadi penghuni Istana Panda, Taman Safari Indonesia sejak akhir September 2017 lalu. Berada di kawasan konservasi terpadu Taman Safari Bogor, Istana Panda Indonesia ini terletak di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

Bukan tanpa alasan Istana panda Indonesia di bangun di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Istana panda yang menempati posisi tertinggi dalam kawasan Taman Safari Bogor itu sengaja dirancang demi memunculkan lingkungan alami bagi Cai Tao dan Hu Chun.

Baca: Kapolda Duet dengan Mahyunadi, Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim Belum Bisa Komentar

Istana panda ini menghadirkan habitat alami Cai Tao dan Hu Chun saat berada di giant panda di Tiongkok.

Dikelilingi alam pegunungan yang sejuk, daerah iembah hutan lebat, serta suhu harian yang berkisar antara 15 sampai 24 derajat Celcius, sepasang panda pun sukses beradaptasi. Keduanya terlihat nyaman dengan ekosistem baru mereka di Indonesia.

Berkolaborasi secara apik dengan Jon Coe, ahli rancang profesional kelas dunia, Istana Panda ini

berada di atas lahan hutan seluas 120 hektar. Pada peta UNDP (United Nation of Development Programme), posisi dan lokasi hutan ini teiah dinyatakan sebagai kawasan penyanggah (bun er zone) dari Taman Nasionai Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

Luas bangunan Istana Panda Indonesia sendiri mengambil lahan sekitar hanya sekitar 5.000 meter persegi, di atas bukit dengan gaya rancangan arsitektur dan taman bertema budaya gaya oriental.

Rumah baru Cai Tao dan Hu Chun di Indonesia tersebut ditengarai menjadi penyebab dua panda raksasa ini terus bertumbuh. Selama hampir sebulan, bobot dua panda raksasa ini bertambah.

Baca: Kecewa Penetapan UMP, Presiden KSP Ungkapkan Ahok Jauh Lebih Ksatria Ketimbang Anies-Sandi

"Sejak mereka datang satu bulan lalu, peningkatan berat badan mereka bertambah, Cai Tao 6 Kg dan Hu Chun 8 Kg. Kami senang, tapi ini masih dalam batas normal," kata dokter hewan Taman Safari Indonesia Ardyta Widianti kepada wartawan di lokasi, Kamis (2/11) lalu.

Saat datang ke Indonesia bobot Cai Tao 128 kg, sedangkan pasangannya Hu Chun 113 kg. Sebelum diberangkatkan dari kampung halamannya di Wolong National Nature Reserve yang terletak di Wenchuan, Provinsi Sinchuan, Tiongkok sepasang panda ini sudah menjalani general chek up.

"Saat mereka datang dan hingga saat ini mereka semua kondisinya baik dan sehat," kata dokter Dita.

Untuk diketahui, sepasang panda yang menjadi penghuni Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor ini diam-diam menghabiskan 30 kilogram bambu segar setiap harinya. "Rata-rata yang dimakan satu hari 30 Kg bambu atau rebung," ujar Dita.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved