Rabu Terakhir Bulan Safar, Inilah Tradisi Rebo Wekasan yang Diyakini Sebagian Masyarakat
Sebagian kalangan masyarakat meyakini Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari yang sakral.
Baca: Pria Keturunan Arab Ini Penyebab Rina Nose Lepas Hjabnya? Ternyata Pernah Dekat Ayu Ting Ting
Baca: Sahabat Blak-blakan Agama yang Kini Dianut Rina Nose, Sudah Pindah?
Baca: 6 Bulan Ditahan di Mako Brimob, Ini Kegiatan Ahok Sehari-hari
Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.
Baca: Pria Harus Tahu, 7 Bahasa Tubuh Ini Menandakan Dia Sudah Suka Sama Kamu
Baca: 5 Teori Ini Membuat Orang Percaya Bahwa Bumi Itu Datar!
Baca: Video Mesum Samarinda - Akankah Bertambah? 3 Mahasiswa di Jogja Jadi Tersangka, Ini Aksi Mereka
Di sebagian kalangan masyarakat Sunda juga dikenal istilah Arba Mustamir.
Menurut sebagian masyarakat Sunda bulan safar adalah bulan yang dianggap pamali untuk mengadakan pesta perayaan, seperti hajat pernikahan atau sunatan anak.
Beberapa mempercayai tentang mala petaka yang akan turun pada Rabu Wekasan.
Setidaknya ada dua musibah yang akan terjadi pada bulan ini, yaitu Paceklik Order dan Bulan Balae (bulan bencana). (BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-bulan-safar_20171115_123521.jpg)