Jumat, 24 April 2026

Rabu Terakhir Bulan Safar, Inilah Tradisi Rebo Wekasan yang Diyakini Sebagian Masyarakat

Sebagian kalangan masyarakat meyakini Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari yang sakral.

Editor: Amalia Husnul A
doaharian.info
Ilustrasi. 

Baca: Pria Keturunan Arab Ini Penyebab Rina Nose Lepas Hjabnya? Ternyata Pernah Dekat Ayu Ting Ting

Baca: Sahabat Blak-blakan Agama yang Kini Dianut Rina Nose, Sudah Pindah?

Baca: 6 Bulan Ditahan di Mako Brimob, Ini Kegiatan Ahok Sehari-hari

Catatan dalam adat Kejawen hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara.
Kecuali pada hari ini. Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Baca: Pria Harus Tahu, 7 Bahasa Tubuh Ini Menandakan Dia Sudah Suka Sama Kamu

Baca: 5 Teori Ini Membuat Orang Percaya Bahwa Bumi Itu Datar!

Baca: Video Mesum Samarinda - Akankah Bertambah? 3 Mahasiswa di Jogja Jadi Tersangka, Ini Aksi Mereka


Di sebagian kalangan masyarakat Sunda juga dikenal istilah Arba Mustamir.

Menurut sebagian masyarakat Sunda bulan safar adalah bulan yang dianggap pamali untuk mengadakan pesta perayaan, seperti hajat pernikahan atau sunatan anak.

Beberapa mempercayai tentang mala petaka yang akan turun pada Rabu Wekasan.

Setidaknya ada dua musibah yang akan terjadi pada bulan ini, yaitu Paceklik Order dan Bulan Balae (bulan bencana). (BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved