Rabu Terakhir Bulan Safar, Inilah Tradisi Rebo Wekasan yang Diyakini Sebagian Masyarakat
Sebagian kalangan masyarakat meyakini Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari yang sakral.
TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini adalah Rabu terakhir di bulan Safar.
Safar adalah nama bulan kedua dalam kalender Islam atau kalender Hijriyah yang berdasarkan tahun Qomariyah (perkiraan bulan mengelilingi Bumi).
Safar berada diurutan kedua sesudah bulan Muharram.
Baca: LIVE STREAMING - Tribute to Choirul Huda, Indonesia All Star Vs Persela Lamongan, Tak Tayang di TV
Baca: Lagi Ritel Berguguran, Kini Toko Zara di Australia Bakal Segera Tutup
Baca: Subhanallah, Al Quran Ditemukan Masih Utuh di Puing Sisa Kebakaran Besar Samarinda
Sebagian kalangan masyarakat meyakini Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari yang sakral.
Masyarakat mengenalnya sebagai Arba Mustamir.
Di sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir pun masih dilakukan hingga saat ini.
Baca: Persiapan Pra Porprov, Ratusan Atlet Tarung Derajat Lakukan Tes Kesehatan
Baca: Tak Ada izin, Anies Bongkar Tembok Hotel di Bantaran Kali Krukut
Baca: Setya Novanto Absen Lagi di Pemeriksaan KPK, Sekarang Pakai Alasan Ini
Di sebagian kalangan masyarakat Banjar, bulan Safar dianggap sebagai “bulan sial, bulan panas, bulan diturunkannya bala, dan bulan yang harus diwaspadai keberadaannya”.Baca: Redakan Batuk dengan Oleskan Balsam Hangat di Kaki, Benarkah Efektif?
Baca: Astaga, Takut Tertangkap, Kurir Simpan Sabu di Tali Celana Dalam
Baca: Warung Ini Promo Makan Gratis untuk Mahasiswa Tingkat Akhir, Wajib Bawa Skripsi yang Dicoret-coret
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-bulan-safar_20171115_123521.jpg)