Selasa, 14 April 2026

Tuah : Setnov Effect Muncul di Kaltim, Jaksa Harus Bawa Dokter Periksa Kesehatan Doddy Rondonuwu

"Musti tegas kayak di film-film itu. Datangin, bawa dokter, periksa. Kalau nggak benar informasikan ke publik‎," saran Tuah.

Handover
Direktur Pokja 30 Carolus Tuah 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Kerja (LSM Pokja) 30, mengkritik usulan permohonan penundaan penahanan terpidana Doddy Rondonuwu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) dengan alasan sakit jantung/pernafasan.

Untuk membuktikan, jika terpidana yang masih menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim (Non aktif) itu, maka Kejaksaan harus membawa dokter untuk memeriksa kesehatan Doddy.

Terpidana Doddy mengajukan surat permohonan melalui laywer (penasehat hukum) bernomor: 30/S&R/XI/2017, dilayangkan hari Jumat tanggal 17 November 2017 melalui laywer (penasihat hukumnya), Solikin dan John Pricles ke Kepala Kejari Bontang, Cq Kasi Pidsus Kejari Bontang.

Dalam surat permohonan penundan penahanan, disebutkan alasannya karena kliennya (Doddy Rondonuwu) ‎sedang dalam proses perawatan kesehatan gangguan jantung.

Baca juga:

Metro TV Akhirnya Beri Tindakan Tegas pada Hilman Mattauch yang Sopiri Setya Novanto

Pemuda Bernama Polisi yang Tak Punya SIM Akhirnya Bekerja di Kantor Polisi

Akan Dipecat, Wartawan Metro TV yang Sopiri Novanto Mengundurkan Diri, Begini Pendapat AJI

Mahfud MD Langsung Tertawa Mendengar Pernyataan Pengacara Novanto Ini, Lucukah?

Awesome, Dokter Ini Buka Praktik Khusus Wong Cilik, Tak Punya Uang Tak Usah Bayar

Kahiyang Ayu Diperistri Pria Mandailing, Yuk Mengenal Suku Bobby Nasution

"Resmi sudah Setnov (Setya Novanto) effect hadir di Kaltim‎. Soal kesehatan, yang memutuskan bukan kuasa hukum, tapi instansi yang berwenang (dokter atau Ikatan Dokter Indonesia)," kata Koordinator LSM Pokja 30, Carolus Tuah, kepada Tribun, Minggu (19/11/2017).

Menurut Tuah, Kejaksaan Negeri Bontang harus tegas dalam melaksanakan putusan MA. Itu sesuai dengan KUHAP pasal 197.

"Musti tegas kayak di film-film itu. Datangin, bawa dokter, periksa. Kalau nggak benar informasikan ke publik‎," saran Tuah.

Terutama, lanjut dia, disampaikan informasi tersebut ke pimpinan partainya.

Padahal, kata Tuah, Dody sering menanggapi dan mengeluarkan pernyataan ke media soal Pilgub Kaltim 2018.

"Sering ngomentarin Pilgub, kok tiba-tiba sakit ketika mau dieksekusi? Benar-benar politikus zaman sekarang," sindir Tuah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved