Kamis, 9 April 2026

Pohon Setinggi 15 Meter Hantam Rumahnya, Ibu Ini Bingung Cari Uang untuk Perbaiki

Walhasil, atap rumahnya hancur lantaran hujan deras dan angin kencang merobohkan pohon tersebut.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Ratna, warga Jalan Prapatan Kelurahan Telaga Sari RT 7, Nomor 62, Balikpapan Kota, yang rumahnya tertimpa pohon akasia setinggi 15 meter. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ratna (47) bersyukur memiliki tetangga yang peduli terhadap keluarganya, bantuan demi bantuan datang silih berganti ke rumahnya belakangan ini.

Ya, rumah Ratna di Jalan Prapatan Kelurahan Telaga Sari RT 7, Nomor 62, Balikpapan Kota, tertimpa pohon akasia setinggi 15 meter.

Walhasil, atap rumahnya hancur lantaran hujan deras dan angin kencang merobohkan pohon tersebut.

"Tetangga banyak kasih bantuan. Mulai dari makanan, sampai bantu perbaiki atap seadanya di atas," tuturnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (1/12/2017).

Baca: Setya Novanto Curhat Soal Obat dan Makanan di Tahanan KPK

Baca: Terungkap. . . Masturbasi Penting untuk Wanita, Ini 6 Manfaatnya!

Selain para tetangga, Dinas Sosial kota Balikpapan juga membantu dengan memberikan 2 terpal secara cuma-cuma.

"Kalau petugas BPBD mereka yang bantu singkirkan pohon dari atap, sampai potong dengan gergaji mesin besar," katanya.

Kendati saat hujan pada Jumat (30/11/2017) malam air masih masuk ke rumahnya, lantaran plaponnya jebol.

Ia tetap bersyukur, walaupun dalam hati kecil masih resah, entah sampai kapan ia menghadapi hujam dengan keadaan rumah yang seperti ini.

"Saya mau perbaiki, gimana ya, mas. Saya ini janda, suami meninggal. Padahal itu teras juga tiangnya mau roboh mau didandani ndak bisa, eh dapat musibah pohon akasia itu tumbang," keluhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ratna mengandalkan kedua putrinya yang sudah bekerja.

Siska (21) putrinya bekerja di salah satu swalayan di Balikpapan, sementara lainnya kendati masih sekolah harus nyambi jadi karyawati cafe.

"Ya, dicukup-cukupkan mas. Dulu saya jadi tukang kredit barang rumah tangga, tapi sudah berhenti, lantaran banyak dihutangi. Terus gak bayar, capek nagihnya, yang ada rugi. Sekarang ini ya begini," selorohnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved