Sebut Punya Prestasi, Ketua Waria Kaltara: Kami Bukan Sampah Masyarakat
Untuk itu, waria yang bernama asli Harcungcung ini meminta masyarakat berhenti membully waria.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Ketua Waria Kalimantan Utara, Rozha Amelia Vega berharap, masyarakat membuka pola fikir tentang waria.
Saat bersama sejumlah waria menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Kabupaten Nunukan, dia menekankan selama ini para waria di Kalimantan Utara telah memiliki prestasi hingga tingkat nasional.
Dia juga meyakinkan, waria di Kabupaten Nunukan tidak pernah terlibat pelanggaran hukum.
Para waria di daerah inipun, disebutnya tidak berorientasi seks bebas seperti waria di tempat lain.
Baca juga:
Pasangan Isran-Hadi Bertandang ke Ponpes Hidayatullah, Begini Respon Dewan Pembina
Universitas Mulawarman Berduka, Dua Dosen Seniornya Tutup Usia
Awal Tahun 2018, Polres Balikpapan Urusi 20 Mayat
Justru, kata dia, waria melakukan kegiatan positif berupa pelatihan keterampilan, tata boga, rias pengantin, atau salon kecantikan.
"Ada 28 orang waria di Nunukan, 220 orang se- Kaltara. Kami terorganisir, kami punya kartu waria, kami daftarkan ke Dinas Sosial. Kami bukan sampah masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi para waria di Ruang Ambalat II Gedung DPRD Kabupaten Nunukan, Senin (5/2/2018).
Para waria menyayangkan pelarangan pagelaran Peragaan Busana Waria yang direncanakan dilaksanakan di Nunukan akhir bulan lalu.
Rozha menjelaskan, pameran busana yang diperankan waria bukanlah busana seksi seperti yang selama ini diributkan.
“Tapi tentang kebaya, juga baju adat nusantara yang menjunjung budaya timur yang sarat akan sopan santun,” ujarnya.
Dia mengatakan, waria Kabupaten Nunukan memiliki misi mempopulerkan pariwisata sampai adat istiadat ke kasta lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/waria-kaltara_20180205_183503.jpg)