Kolam Taman Adipura Balikpapan Mengering, Aroma Amis Merebak
Kondisi kolam yang sempat dikuras, dibersihkan oleh petugas taman nyatanya masih dalam proses pengerjaan.
Penulis: Budi Susilo |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN – Pengerjaan pengurasan kolam taman di daerah Balikpapan Tengah bernama Taman Tugu Adipura Jalan Ahmad Yani belum sepenuhnya rampung.
Kondisi kolam yang sempat dikuras, dibersihkan oleh petugas taman nyatanya masih dalam proses pengerjaan.
Pengamatan Tribunkaltim.co pada Sabtu (10/2/2018) pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, kolam Taman Adipura Balikpapan sudah tidak lagi berkondisi melimpah air, air yang menggenang tidak lagi tinggi.
Kolam lebih nampak coklat berlumpur, meski ada sisa-sisa kubangan air.
Sebelum dikuras, kolam berisi air.
Baca: Kebanyakan Aplikasi Nih Bikin Ponsel Lemot, Ikuti 3 Tips Berikut Ini Yuk
Banyak warga berdatangan mendekat untuk melakukan aktivias memancing, baik di pagi hari maupun di sore hari.
Lokasi ini sering menjadi favorit beberapa warga untuk melampiaskan hobi memancing.
Kini setelah air kolam sedang dilakukan normalisasi, tidak satu pun warga yang datang.
Waktu itu hanya nampak anak-anak bermain di sekitaran kolam.
Melihat-lihat ikan yang mati, terjebak proses pengurasan kolam.
Baca: Mulan Jameela Gendong Anaknya Pakai Kain, Begini Komentar Netizen
Airnya sedikit banyak ikan yang mati sia-sia. Sesekali ada juga ikan sapu-sapu yang masih hidup, bertahan di sebuah titik kolam yang masih ada genangan air sedikit.
Saat Tribunkaltim.co mencoba mendekat ke pinggir kolam yang kering di Tugu Adipura ini pun tercium bau yang tidak biasanya.
Aroma amis begitu mengental, aromanya masuk ke dalam lubang hidung, memang benar-benar bau ikan.
Satu di antara pengunjung saat kolam taman sedang kering, terungkap dari Lutfi Rifari, harapannya kolam segera dibenahi, kolam terisi lagi air supaya bisa dimanfaatkan lagi. Kalau kolam kering, taman tidak enak dilihat, seakan tidak indah.
Baca: Bayangkan. . . Matahari Mendingin, Apa yang Terjadi Pada Bumi Selanjutnya?
“Ikannya semua pada mati. Mau mengambil yang masih hidup juga susah. Berlumpur. Kolamnya bisa diisi air lagi. Supaya bisa mancing lagi. Saya kadang sering mancing disini,” ungkap bocah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar Negeri 024 Balikpapan Tengah ini.
Di kolam tersebut memang banyak bangkai ikan-ikan yang sudah mengering mati, seperti di antaranya ada ikan cere yang ukuran tubuhnya kecil dan ikan sapu-sapu. Proses pengurasan air dilakukan sejak Kamis (7/2/2018) pagi.
Untuk melakukan pengurasan kolam Taman Adipura ini membutuhkan satu buah mesin disel penyedot air, dilengkapi satu kendaraan alat berat pengeruk lumpur dan empat unit truk pengangkut tanah lumpur.
Baca: Terungkap, Musim Liburan Bikin Pasangan Lebih Semangat Bercinta
Menurut Helmi, Koordinator Normalisasi Kolam Taman Adipura Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, menjelaskan, tujuan pengurasan kolam untuk membersihkan lingkungan taman.
“Kami angkat sampah-sampah, lumpur. Supaya bersih, nyaman dikunjungi,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto, menuturkan, keberadaan Taman Adipura Kota Balikpapan dibangun untuk meningkatkan warga Balikpapan sadar hidup bersih.
“Selalu konsisten menjaga dan mempertahankan kota yang ramah lingkungan. Balikpapan selalu langganan menerima penghargaan Adipura,” ungkapnya.
Melalui pembuatan Taman Adipura, Suryanto berharap, warga selalu ingat untuk selalu bergaya hidup bersih.
Selain bangga Kota Balikpapan diberikan penghargaan namun warganya tidak lupa setelah diberi penghargaan, seharusnya kota mesti tetap paling bersih di antara kota-kota lainnya di Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/taman-adipura_20180211_102226.jpg)