Sabtu, 11 April 2026

Buaya Muncul di Tengah Kota, Begini Penjelasan BKSDA Kaltim

"Saya sempat lihat di medsos muncul buaya di saluran air Pasar Pagi. Tidak mungkin kan habitat buaya di selokan," tambahnya.

Facebook/Surya Ramdhana
ILUSTRASI - Penampakan buaya di sebuah sungai depan MAN Kota Bontang, Kalimantan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fenomena kemunculan buaya di Samarinda langsung direspon oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.

Bahkan, BKSDA Kaltim telah melakukan koordinasi untuk segera menurunkan tim ke lokasi kemunculan buaya, guna mengamankan buaya tersebut.

"Segera kita akan bentuk tim untuk tidaklanjuti kemunculan buaya di Samarinda," ucap Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Seksi Konservasi wil II Tenggarong-Samarinda, BKSDA Kaltim, Ridho Ridhana, Jumat (16/2/2018).

Baca juga:

Tahun Politik, Ini Tips dari Tokoh Sekaligus Pengusaha Kondang agar Kondusifitas Kaltim Terjaga

Herwan Serahkan Langsung Surat Pengalihan Dukungan ke Paslon JADI

Kadin Nunukan: Pelni Mart Bisa Atasi Problem Ketersediaan Bahan Pokok

Lanjut dia menjelaskan, di wilayah Samarinda sendiri tidak terdapat habitat buaya, dan diduga kemunculan buaya tersebut berasal dari kawasan Muara Sungai Mahakam, di wilayah Kutai Kartanegara, seperti Kutai Lama, Muara Jawa, hingga Sangasanga.

Selain itu, diduga kemunculan buaya di Samarinda karena aliran Sungai Mahakam yang masuk hingga ke kawasan kota, melalui sungai Karang Mumus.

Disamping itu juga karena faktor banjir yang mendorong buaya bisa masuk ke kawasan Samarinda.

"Samarinda bukan habitatnya. Tidak habitatnya di Samarinda, buaya ini habitatnya di Muara Mahakam. Masuknya bisa saja karena banjir, lalu aliran sungai Mahakam juga sampai ke sungai kecil di kota," tuturnya.

"Saya sempat lihat di medsos muncul buaya di saluran air Pasar Pagi. Tidak mungkin kan habitat buaya di selokan," tambahnya.

Selain itu, masuknya buaya di Samarinda, juga bisa disebabkan karena faktor habitat asalnya yang terganggu maupun rusak.

Hal itulah yang membuat buaya mencari lokasi tempat tinggal baru, yang terdapat banyak pakannya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved