Dibanding Rupiah, Dollar Singapura Lebih Diminati Koruptor di Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya
Sejumlah koruptor Indonesia menggunakan mata uang asing negeri tetangga itu sebagai alat transaksi dalam berkorupsi
Muhamad Yusuf menjelaskan, penggunaan uang tunai dalam jumlah besar selama ini rawan digunakan untuk melakukan praktik suap. Hal itu pun sulit untuk dilacak oleh PPATK.
Terkait dengan isu tersebut, pemerintah akan menerbitkan aturan tentang cross border cash carrying (CBCC) atau laporan pembawaan uang tunai (LPUT). Ia menyebutkan, uang asing dalam pecahan besar itu saat ini menjadi salah satu alat suap yang semakin banyak digunakan oleh koruptor.
Muhamad Yusuf menduga, penggunaan transaksi tunai pada lapisan masyarakat diduga antara lain untuk mempersulit upaya pelacakan asal-usul sumber dana, dan untuk memutus pelacakan aliran dana kepada pihak penerima.
"Dengan demikian bisa diketahui, apakah orang ini wajar menukarkan uang sebanyak itu. Apakah ia relevan mempunyai uang sebanyak itu," terang Yusuf.
[]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dollar-singapura_20180220_102239.jpg)