Minggu, 26 April 2026

Anggana Banyak Dipilih jadi Ibukota Kutai Pesisir, Ini Alasannya

Masyarakat menunggu hasil keputusan dari kajian objektif pemekaran dari pemerintah pusat.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Warga yang tergabung dalam Tim Sukses Pemekaran Kutai Pesisir di sekretariat perjuangan pemekaran Kutai Pesisir di Jalan Soekarno, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartenegara, Kalimantan Timur pada Jumat (2/3/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pembentukan otonomi daerah baru Kabupaten Kutai Pesisir yang memisahkan diri dari Kabupaten Kutai Kartenegara (Kukar), masih belum ada kepastian soal penentuan ibukota kabupaten.

Masyarakat menunggu hasil keputusan dari kajian objektif pemekaran dari pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Sudirman Hadi, Penasehat Tim Sukses Pemekaran Kutai Pesisir, kepada Tribun pada Kamis (8/3/2018) sore melalui sambungan telepon selulernya.  

Banyak kajian dalam pemilihan ibukota Kabupaten Kutai Pesisir.

Namun untuk saat ini, yang rencana yang disetujui ialah Kecamatan Anggana.

“Masyarakat di lima kecamatan yang gabung dalam Kutai Pesisir memilih Anggana sebagai ibukotanya,” ungkapnya yang mengaku sedang berada di Muara Jawa. 

Senada dengan Andi Firman, Sekretaris Umum Tim Sukses Pemekaran Kutai Pesisir, kepada Tribunkaltim, menjelaskan, berdasarkan kesepakatan lima kecamatan yang bergabung di Kutai Pesisir, telah ada klaim dari banyak pihak di lima kecamatan, yang memilih Kecamatan Anggana sebagai ibukota. 

Baca: Marang Kayu dan Muara Badak tak Masuk dalam Rencana Kutai Pesisir, Ini Alasannya

Namun tegas dia, pilihan itu bisa berubah!

Bergantung dari hasil kajian dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, juga keputusan dari penelitian resmi Universitas Mulawarman di Samarinda.

“Kami sedang menunggu hasilnya seperti apa. Kami warga mengikuti hasil kajian objektifnya seperti apa,” kata Andi.

Seandainya nanti ada keputusan dari pemerintah pusat, soal penentuan wilayah ibukota Kutai Pesisir, maka warga masyarakat yang ada di Kutai Pesisir secara otomatis mesti rela untuk menerima apa pun hasil lokasi ibukotanya berdasarkan kajian objektif. 

“Kami sudah bersepakat pilih Anggana sebagai ibukota Kabupaten Kutai Pesisir. Tapi kalau nanti berubah ada keputusan lain dari pemerintah pusat pastinya warga setuju-setuju saja,” ujarnya. 

Secara geografis, Anggana terletak di muara Sungai Mahakam.

Baca: Ironis. . . Kaya Sumber Daya Alam Tapi Warga Kutai Pesisir Paling Banyak Terima Raskin

Kawasan Anggana sebagian besar memeluk pulau-pulau kecil yang dalam istilah keilmuan geografi disebut Delta Mahakam, yang menyimpan sumber kekayaan hasil perikanan. 

Sampai sekarang, Kecamatan Anggana memiliki lima desa dengan pusat pemerintahannya berada di Desa Sungai Mariam.

Sisi bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Muara Badak, dan sisi timur menghadap ke Selat Makassar. 

Selain itu, tambah Andi, mengacu dari hasil penelitian pengembangan wilayah Kutai Pesisir yang dilakukan lembaga Universitas Mulawarman dan Universitas Padjajaran tahun 2007, disebutkan, ibukota Kutai Pesisir bagusnya berada di daerah Bambangan, yang secara geografis terdapat sungai. 

“Bambangan itu di kawasan perbatasan antara Kecamatan Samboja dan Muara Jawa. Tempatnya sudah bisa dikatakan ramai,” kata Andi. 

Baca: Dukung Kutai Pesisir Pisah dari Kukar, Muara Jawa Cocok Jadi Ibu Kota

Namun berbeda halnya dengan penelitian Universitas Gajah Mada dari jurusan Pengembangan Wilayah Kutai Pesisir, disebutukan Muara Jawa pas untuk jadi ibukota Kutai Pesisir

Penelitian tersebut dipimpin Dr Luthfi Muta’alli yang hasilnya memberikan kesimpulan Muara Jawa cocok dijadikan ibukota Kabupaten Kutai Pesisir. Secara infrastruktur dan potensi ekonomi sudah bisa dikatakan memenuhi standar. 

Mengutip dari laporan hasil peneltian kampus Yogyakarta tersebut, di halaman III-22, terungkap, berdasarkan analisis potensi historis, potensi intraregional partisipasi dan dukungan masyarakat, menyatakan, skor tertinggi wilayah cocok ialah Muara Jawa, yang kedua Anggara, ketiga Sanga sanga, empat Samboja dan kelima Loa Janan.

Kondisi jalan yang baik, berbeton mulus.

Muara Jawa secara geografis juga dekat dengan muara Sungai Mahakam dan lautan serta memiliki pelabuhan Handil Dua.

Tidak jauh dari pelabuhan sudah berdiri terminal transportasi darat jurusan ke Balikpapan dan Samarinda. 

Di tempat ini, Muara Jawa dalam perut buminya mengandung deposit batu bara yang banyak.

Baca: Bukan Hanya Kutai Pesisir, Kutai Utara Juga Mendesak untuk Dimekarkan

Termasuk juga ada sumber minyak gas yang telah dikelola oleh perusahaan Pertamina dan VICO Indonesia. 

Selain itu, dekat pelabuhan tersebut ada dua pasar rakyat yang menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat.

Muara Jawa Pesisir yang berada di Handil Dua juga dipadati penduduk, terutama warga bermatapencahariaan nelayan. 

Banyak orang yang mengira, Kutai Pesisir, khususnya Muara Jawa, hanya mengandalkan sumber daya alam migas. Padahal tidak. Muara Jawa memiliki kekayaan alam yang diberikan langsung oleh Tuhan berupa perairan sungai muara dan lautan yang luas. 

“Hasil perikanan daerah kami (Muara Jawa) sudah dikenal. Kepiting tangkapan kami sering dibeli sama restoran-restoran yang ada di Balikpapan. Pasokan kepiting dari Balikpapan banyak yang mengambil di Muara Jawa,” ungkap Andi, yang memiliki helai rambut yang lurus ini. 

Menurut Andi, kini Tim Sukses Pemekaran Kutai Pesisir sedang menunggu peran serta dari Universitas Mulawarman dalam mencari formula tepat menggali pendapatan asli daerah Kutai Pesisir di luar dari sektor migas. 

“Daerah kami di pesisir, menonjol di perikanan dan kelautan. Daerah kami sebagian besar di pesisir, Alhamdulillah begitu melimpah. Hasil ikan, udang, kepiting, sangat luar biasa. Banyak mengambil hasilnya dari Sungai Mahakam,” ungkapnya.  

Termasuk, di bidang agrobisnis kawasan Kutai Pesisir tidak kalah dengan daerah lainnya. “Pertanian kami (Kutai Pesisir) sudah mumpuni, dikenal. Kami ada kelapa sawit di Muara Kembang, kebun karet juga ada,” katanya.  

Sebelum Pencoblosan Segera Lakukan Paripurna Kutai Pesisir!  

Perjuangan pemekaran Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di tingkat legislatif dan tatanan eksekutif kabupaten dan provinsi, bisa dibilang mulus.

Semua sudah menyatakan positif terhadap pendirian Kaupaten Kutai Pesisir

Saat ini hanya menunggu rapat paripuran di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, membahas soal pemantapan pembentukan Kabupaten Kutai Pesisir

Warga masyarakat berharap, pelaksanaan paripurna Kutai Pesisir dilangsungkan sebelum masa pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). 

Hal ini disampaikan kepada Tribun melalui Andi Firman, Sekretaris Umum Tim Sukses Pemekaran Kutai Pesisir, belum lama ini, yang menegaskan, pelaksanaan paripurna di DPRD Kukar soal pembentukan Kutai Pesisir sebaiknya dilangsungkan sebelum pemungutan suara, supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.   

“Jangan terkesan nantinya kita dimanfaatkan dalam pilkada. Perjuangan pemekaran Kutai Pesisir murni perjuangan, bukan ada kaitannya pemenangan kandidat tertentu dalam pilkada,” ujarnya. 

Karena itu, dia mengimbau kepada jajaran DPRD Kukar termasuk Plt Bupati Kukar untuk bisa bersepakat selenggarakan paripurna Kutai Pesisir sebelum masa pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

“Kita sebaiknya menghindari saat masuknya momentum pencoblosan pilkada. Bagus dilangsungkan sebelum pencoblosan supaya tidak ada kesan dimanfaatkan kepentingan politik pilkada,” kata Andi. 

Sampai sejauh ini, dirinya bersama warga lainnya merasa optimis, perjuangan Kutai Peisir di kancah paripurna DPRD Kukar akan berhasil, menghasilkan keputusan yang mengarah ke suara setuju. 

“Kami sudah sering berjumpa dengan ketua (DPRD Kukar). Pandangan anggota dewan sangat terbuka, menyambut baik pembentukan Kutai Pesisir. Ketua juga sudah pernah menandatangani pembentukan Kutai Pesisir, jadi kami yakin usaha akan lolos, disetujui di tingkat dewan,” tutur Andi. 

Sampai saat ini sedang dilakukan komunikasi secara intens dengan DPRD Kukar dan Plt Bupati Kukar, terkait dengan percepatan pelaksaaan paripurna pembentukan Kutai Pesisir.

Masyarakat di lima kecamatan merasa pemekaran Kukar merupakan jalan yang tepat untuk mencapai kebaikan yang lebih cemerlang. 

“Harapan kami pertengahan bulan Maret tahun 2018 ini sudah dilakukan paripurna. Kalau sudah selesai paripurna maka perjuangan kita tinggal di tingkat pemerinah pusat,” tegasnya. 

Belum lama ini, saat malam hari Tribun menyusuri sebagian jalur darat kawasan Kutai Pesisir.

Dimulai dari Samboja hingga ke Muara Jawa. Selama perjalanan, melewati beberapa perusahaan migas dan stasiun pengisian bahan bakar.

Namun selama menempuh perjalanan, terutama jalan provinsi Balikpapan Handil, kondisi malam hari begitu gelap, tidak ada lampu penerangan jalan. Cahaya lampu hanya mengandalkan lampu kendaraan dan beberapa bangunan rumah dan toko. 

Tidak hanya itu, gangguan lainnya, jalan sangat berkondisi buruk. Jalan bagian kiri kalau dari arah Muara Jawa menuju Samboja bisa dibilang sangat memprihatinkan.

Banyak lubang-lubang yang mengganggu laju kendaraan. Rumput ilalang yang berada di pinggiran pun sudah ada yang mulai sentuh jalanan aspal, menghalangi jarak pandang berkendara. 

“Memang jalannya berstatus provinsi bukan tanggungjawab Pemkab Kukar tapi kenapa banyak yang rusak. Keinginan pemekaran adanya peningkatan infrastruktur,” tutur Sudirman Hadi, tokoh senior di Muara Jawa. (*)

POTENSI PAD KUTAI PESISIR

Potensi Pertambangan: 
-Minyak Bumi dan gas alam
-Batu bara di Samboja, Muara Jawa dan Sanga sanga.
-Pasir bijih besi di Pantai Samboja dan perbukitan Muara Jawa.
-Pasir kwarsa, lempung, batu gamping, kalolin, dan pasir batu.

DATA: Kajian Akademik UGM tahun 2007.

Potensi Pariwisata:
-Wisata alam Bengkirai.
-Wisata ilmiah Wana Riset
-Kolam air panas Dondang
-Situs sejarah Kerajaan Kutai
-Wisata sejarah juang Sanga sanga
-Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto

DATA: Pemkab Kukar tahun 2017.

Potensi Pertanian: 

-Padi sawah 5645 ha
-Padi ladang 9494 ha.
-Jagung 540 ha.
-Ubi kayu 1350 ha.
-Ubi jalar 676 ha.
-Kacang tanah 412 ha.
-Kacang kedelai 94 ha
-Kacang ijo 137 ha.

DATA: Dalam hektar Pemkab Kukar tahun 2006.

Potensi Perikanan Laut: 
-Samboja 3787,7 ton
-Muara Jawa 3653,5 ton
-Sanga sanga 1172,8 ton
-Anggana 4588,4 ton

DATA: Pemkab Kukar tahun 2006 (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved